Harga emas global kembali melonjak dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Penguatan ini didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta ekonomi dunia, yang memicu peralihan dana investor ke aset lindung nilai atau safe haven.
Harga emas dunia masih melanjutkan tren kenaikan dan kembali mencatatkan rekor tertinggi baru di kisaran harga $4.642 per troy ons pada sesi perdagangan hari Rabu. Situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian masih menjadi faktor utama yang mendorong pelaku pasar mencari perlindungan di aset safe haven seperti logam mulia.
Harga emas global kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Selasa (13/1/2026). Penguatan ini didorong rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve (The Fed).
Harga emas dunia sempat menguat untuk mencatatkan rekor tertinggi baru pada hari Selasa sebelum kemudian terkoreksi turun dan menutup sesi perdagangan di bawah level pembukaan harian.
Harga emas melonjak tajam dan mencatat rekor baru dengan menembus level di atas US$ 4.600 per ons pada perdagangan Senin (12/1/2026). Kenaikan ini turut diikuti harga perak yang juga mencetak titik tertinggi sepanjang sejarah, seiring arus dana global yang beralih dari aset berisiko menuju instrumen lindung nilai (safe haven).
Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi baru dan menembus angka $4.600 per troy pada sesi perdagangan hari Senin seiring melemahnya Dollar AS akibat kecemasan terhadap situasi di Federal Reserve. Ketua Fed Jerome Powell kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya mendapat tuduhan kriminal dari tim legal di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump atas komentarnya di bulan Juni tentang proyek renovasi gedung.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat siang, sekitar pukul 13.25 WIB. Pelemahan ini memangkas sebagian penguatan tajam yang terjadi sehari sebelumnya, setelah harga sempat menyentuh level terendah sejak 19 Desember 2025 di awal pekan. Saat ini, WTI diperdagangkan di kisaran US$ 58,19 per barel, turun lebih dari 0,80% secara harian, dan masih tertahan di bawah level resistensi utama Simple Moving Average (SMA) 50 hari.
Harga emas global kembali menguat pada perdagangan Kamis (8/1/2026), setelah sempat mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah sikap wait and see investor yang menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) ke depan.
Harga emas dunia sempat melemah ke level terendahnya dalam tiga hari terakhir pada hari Kamis sebelum kemudian memantul naik untuk menutup sesi perdagangan di atas level pembukaan harian. Pelaku pasar saat ini tengah menantikan dirilisnya data Non-Farm Payrolls dari AS yang akan menunjukkan gambaran tentang situasi pasar tenaga kerja.
Harga emas global mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu (7/1/2025). Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah harga emas mencatat reli kuat dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, tekanan penurunan sempat tertahan oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan pasar, sehingga kembali memunculkan harapan akan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).