Harga emas terkoreksi pada perdagangan sebelumnya setelah sempat menyentuh $4.434,90/oz, sebelum ditutup di $4.367,97/oz. Hari ini, pivot $4.386,49 menjadi level penting. Jika harga kembali di atas pivot, emas berpeluang menguat menuju $4.464,79 hingga $4.494,68. Sebaliknya, tekanan jual berpotensi membawa harga menuju $4.338,08 dan $4.308,19.
Harga emas dunia terkoreksi setelah sempat menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Setelah mengalami penguatan sejak Jumat akibat data tenaga kerja AS yang lemah, investor mulai melakukan profit taking menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) AS. Data CPI menjadi perhatian utama pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi inflasi AS dan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Jika inflasi melandai, peluang pemangkasan suku bunga dapat semakin besar dan berpotensi kembali mendorong harga emas. Secara teknikal, emas membuka perdagangan di sekitar $4.372 per troy ons dan berpotensi mengalami bearish reversal setelah membentuk pola shooting star. Level $4.357 menjadi support terdekat. Jika ditembus, harga berpotensi turun menuju $4.342 hingga $4.327. Sebaliknya, jika emas mampu kembali menguat dan bertahan di atas pivot $4.387, peluang bullish dapat kembali terbuka dengan target $4.402 hingga $4.417 per troy ons.
Harga emas ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya di level $4.390,16 per troy ons, setelah bergerak dalam rentang $4.313,30–$4.395,01. Penguatan ini menunjukkan momentum bullish masih cukup kuat, dengan pivot harian di $4.366,16 sebagai level penting. Jika harga mampu bertahan di atas pivot, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance $4.419,01, kemudian $4.447,87 hingga $4.500,72. Sebaliknya, pelemahan di bawah pivot dapat membuka ruang koreksi menuju support $4.337,30, dengan target berikutnya $4.284,45.
Harga emas melanjutkan tren bullish dan ditutup di dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan didorong oleh data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga meningkatkan harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Fokus pasar pekan ini beralih ke rilis CPI dan PPI AS. Jika inflasi menunjukkan perlambatan, peluang pemangkasan suku bunga semakin terbuka dan berpotensi mendorong emas lebih tinggi. Emas dibuka di sekitar $4.389/troy ons. Secara teknikal, $4.405 menjadi resistance kunci. Break level tersebut berpotensi membawa harga menuju $4.420–$4.435. Sementara itu, support berada di $4.375, dengan potensi koreksi menuju $4.360–$4.345 jika ditembus.
Harga emas ditutup menguat di $4.390,16/troy ons, setelah bergerak dalam rentang $4.313,30–$4.395,01. Secara teknikal, bias masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas pivot $4.366,16. Jika mampu menembus R1 $4.419,01, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju $4.447,87 hingga $4.500,72. Sebaliknya, pelemahan di bawah pivot dapat membuka ruang koreksi menuju $4.337,30 hingga $4.284,45.
Harga emas dunia menguat sekitar 2% dan ditutup dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir setelah data Non-Farm Payrolls (NFP) AS menunjukkan pasar tenaga kerja kehilangan 23.000 pekerja pada Juli. Data tersebut menekan Dollar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.347 per troy ons. Secara teknikal, tren masih bullish dengan resistance US$4.360. Jika berhasil ditembus, emas berpeluang menuju US$4.380–US$4.400. Sebaliknya, koreksi berpotensi menguji pivot US$4.315, dengan support berikutnya di US$4.285–US$4.255.
Harga emas bergerak volatil setelah sebelumnya mencetak high US$4.303,90 dan ditutup di US$4.240,41. Secara teknikal, bias hari ini masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas pivot US$4.255,86. Jika menembus US$4.288,45, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$4.336–US$4.369. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas pivot, koreksi berpotensi menguji US$4.207,82 hingga US$4.175,23.
XAUUSD (Emas) Harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. Tingginya ekspektasi pasar terhadap data Non-Farm Payrolls (NFP) diperkirakan akan memicu volatilitas yang lebih besar pada perdagangan hari ini. Trader disarankan menunggu konfirmasi arah pergerakan sebelum mengambil posisi dan tetap menerapkan manajemen risiko. OIL (Minyak Mentah) Harga minyak mentah bergerak stabil di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan pasokan global dan prospek permintaan energi. Sentimen dari kondisi geopolitik serta potensi perubahan produksi negara-negara produsen minyak masih menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi arah harga dalam jangka pendek.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis setelah sempat mencetak level tertinggi di US$4.303,90 per troy ons sebelum akhirnya ditutup melemah tipis di US$4.240,41. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat, yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas dalam jangka pendek. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.247 per troy ons. Secara teknikal, level US$4.255 menjadi area pivot yang perlu diperhatikan. Selama harga masih bertahan di atas area support US$4.208, peluang penguatan menuju resistance US$4.288 hingga US$4.336 masih terbuka. Namun, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus support tersebut, emas berpotensi melanjutkan koreksi menuju area US$4.175. Dengan rata-rata pergerakan harian sekitar 99 poin, volatilitas diperkirakan tetap tinggi sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Harga emas dunia melonjak lebih dari 4% pada perdagangan Rabu dan ditutup di level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Penguatan dipicu optimisme negosiasi AS–Iran terkait Selat Hormuz yang menekan harga minyak ke sekitar US$70 per barel, sehingga meningkatkan harapan suku bunga tetap rendah dan mendorong minat investor terhadap emas. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran US$4.247 per troy ons dan masih berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas area support. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan harga emas selanjutnya.