Harga emas dunia kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis $4.000 per troy ons untuk pertama kalinya sejak November 2025. Tekanan utama datang dari penguatan Dollar AS yang masih berada di level tertinggi dalam satu tahun terakhir setelah Federal Reserve membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini. Sentimen negatif juga dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata antara AS dan Iran, sehingga mengurangi minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Di sisi lain, turunnya harga minyak dunia ke bawah $70 per barel turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global. Pada perdagangan hari ini, emas masih bergerak dengan kecenderungan bearish dan berpotensi menguji area support di level $3.982 per troy ons.
Harga emas dunia menutup perdagangan Rabu (24/6) di level $3.998,97 per troy ons setelah sempat menyentuh level terendah harian di $3.959,03. Pelemahan ini terjadi di tengah kuatnya Dollar AS dan berkurangnya permintaan aset safe haven seiring meredanya ketegangan geopolitik global. Untuk perdagangan hari ini, emas masih berpotensi bergerak dalam tekanan bearish selama berada di bawah level pivot $4.024,33. Area support terdekat berada di level $3.933,67, sementara jika terjadi rebound, resistance pertama berada di area $4.089,62 per troy ons. Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan kebijakan Federal Reserve serta pergerakan Dollar AS yang menjadi faktor utama penentu arah harga emas dalam jangka pendek.
Harga emas dunia turun sekitar 2% pada perdagangan Selasa akibat penguatan indeks Dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Tekanan terhadap logam mulia juga datang dari pernyataan Federal Reserve yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini, sehingga mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti emas. Meski demikian, pasar masih mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran. Jika ketegangan geopolitik mereda dan harga minyak kembali normal, tekanan inflasi dapat berkurang sehingga peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed menjadi lebih kecil. Pada perdagangan pagi ini, emas bergerak di sekitar $4.111 per troy ons dan menguji area support penting di $4.090. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi turun menuju $4.070 hingga $4.050. Sementara itu, resistance terdekat berada di area $4.133, dengan target kenaikan berikutnya di $4.155 dan $4.177.
Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa setelah turun dari level tertinggi harian di $4.198 hingga berakhir di $4.110 per troy ons. Tekanan masih datang dari penguatan Dolar AS serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pada perdagangan hari ini, fokus pasar tertuju pada area support $4.068. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus level tersebut, emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju $4.026 hingga $3.961. Sebaliknya, jika mampu bertahan dan kembali bergerak di atas level pivot $4.133, peluang rebound menuju area resistance $4.175 hingga $4.240 masih terbuka. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan Dolar AS dan sentimen suku bunga yang masih menjadi faktor utama penggerak harga emas dalam jangka pendek.
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin setelah investor memanfaatkan penurunan harga pekan lalu untuk melakukan aksi beli (bargain hunting). Namun, penguatan emas masih terbatas akibat menguatnya Dollar AS yang didukung prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Minimnya data ekonomi penting sepanjang pekan ini diperkirakan membuat pergerakan emas cenderung sideways. Meski demikian, perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait hubungan AS-Iran dan konflik Israel di kawasan, berpotensi menjadi katalis yang memicu volatilitas pasar. Secara teknikal, emas masih bergerak dengan bias bullish selama bertahan di atas level pivot 4182. Resistance terdekat berada di area 4228, sementara support penting berada di kisaran 4160 hingga 4140.
Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya setelah berhasil bertahan di atas level support penting dan mendekati area tertinggi harian. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global serta ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan. Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan, peluang penurunan suku bunga dapat meningkat dan menjadi sentimen positif bagi harga emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi menekan pergerakan logam mulia karena mendukung kebijakan suku bunga yang tetap tinggi. Secara teknikal, area 4228 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut, sementara area 4145 menjadi support penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum bullish jangka pendek.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat dan mencatatkan penurunan mingguan untuk tiga pekan berturut-turut. Tekanan berasal dari sikap Federal Reserve yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Sentimen negatif juga datang dari meredanya ketegangan geopolitik setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai, yang menurunkan permintaan aset safe haven. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran $4.147/troy ons dan masih bergerak dalam bias bearish. Support terdekat berada di area $4.127, dengan potensi penurunan lanjutan menuju $4.107–$4.087 jika level tersebut ditembus. Sementara itu, resistance terdekat berada di $4.160, dan pergerakan di atas level tersebut berpeluang mendorong harga naik ke area $4.180–$4.200.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah turun dari level pembukaan 4208.35 dan berakhir di 4146.89. Tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi serta berkurangnya permintaan aset safe haven di tengah meredanya ketegangan geopolitik global. Pada perdagangan hari ini, emas bergerak di bawah level pivot 4160.63, sehingga bias jangka pendek masih cenderung bearish. Area 4107.99 menjadi support terdekat yang berpotensi menjadi target penurunan berikutnya. Jika ditembus, harga berpeluang melanjutkan pelemahan menuju 4069.08 hingga 4016.44. Sebaliknya, jika emas mampu kembali bergerak di atas level pivot, peluang rebound dapat terbuka dengan target kenaikan ke area 4199.54 dan 4252.18. Rata-rata pergerakan harian diperkirakan berada di kisaran 120 poin.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Kamis dan berada di dekat level terendah mingguan setelah hasil rapat FOMC mengindikasikan suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama. Proyeksi kenaikan suku bunga dari Federal Reserve mendorong indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Pada sesi pagi ini, emas diperdagangkan di sekitar $4.208 per troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish. Area $4.186 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, potensi penurunan dapat berlanjut menuju $4.164 hingga $4.142. Sementara itu, area $4.230 menjadi resistance terdekat. Pergerakan yang mampu bertahan di atas level tersebut berpotensi mengurangi tekanan jual dan membuka peluang penguatan menuju $4.251 hingga $4.273 dalam jangka pendek.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah gagal mempertahankan penguatan di area tertinggi harian. Sentimen pasar masih dipengaruhi sikap hati-hati investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta menguatnya dolar AS yang menekan permintaan aset safe haven. Secara teknikal, harga emas bergerak di bawah level pivot 4246.71, sehingga potensi tekanan jual masih terbuka dengan target penurunan menuju area S1 4163.81. Jika tekanan berlanjut, harga berpeluang menguji S2 4118.63. Sebaliknya, apabila mampu kembali menembus pivot, emas berpotensi menguji area resistance 4291.89 hingga 4374.79. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS dan pergerakan dolar yang masih menjadi faktor utama penentu arah harga emas dalam jangka pendek.