Harga emas dunia sempat menguat ke level tertingginya dalam dua bulan terakhir pada hari Selasa sebelum kemudian terkoreksi turun dan menutup sesi perdagangan kemarin di bawah level pembukaan harian. Setelah menjalani rally sejak hari Jumat berkat data tenaga kerja AS, pelaku pasar tampaknya memilih untuk melakukan profit taking menjelang rilis data ekonomi penting berikutnya, yaitu indeks harga konsumen. Hasil data tersebut akan menunjukkan situasi laju inflasi yang merupakan salah satu faktor berpengaruh terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral. Laju inflasi yang lambat akan memperbesar harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dan berpotensi mendorong harga emas naik lebih tinggi.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4372 per troy ons dan menunjukkan potensi bearish reversal setelah kemarin membentuk shooting star candlestick dengan area 4357 menjadi level support terdekat. Break ke bawah level support tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya skenario bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4342 atau bahkan hingga area 4327. Skenario bearish ini bisa digagalkan jika harga emas mampu menguat ke atas level pivot harian 4387 untuk kembali ke jalur bullish. Pergerakan stabil di atas area pivot juga akan menopang harga emas untuk kembali menguat dan mengincar level resistance di area 4402 atau bahkan hingga area kunci 4417.
Bagikan Berita Ini