Harga emas dunia bergerak menguat pada awal perdagangan pekan ini setelah pasar merespons positif perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dikabarkan semakin kondusif. Kedua negara disebut sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sementara harga minyak dunia turun mendekati level $90 per barel. Meski sebelumnya emas sempat tertekan penguatan Dollar AS dan imbal hasil obligasi AS akibat notulen FOMC bernada hawkish, sentimen geopolitik yang mulai mereda kembali menopang pergerakan logam mulia. Secara teknikal, emas berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu menembus resistance area 4555 dengan target kenaikan menuju 4575 hingga 4595. Namun aksi profit taking masih berpotensi menekan harga kembali ke area pivot 4515 sebagai support kunci perdagangan hari ini.
Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen tersebut mendorong minat beli pada logam mulia di tengah pelemahan harga minyak dunia dan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global. Pelaku pasar juga masih mencermati sikap The Fed setelah notulen FOMC bernada hawkish yang sebelumnya sempat menopang penguatan Dollar AS dan imbal hasil obligasi. Secara teknikal, level pivot berada di area 4559.70. Selama harga bertahan di atas area tersebut, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 4585.07 hingga 4605.17. Namun apabila terjadi aksi profit taking dan harga turun di bawah pivot, emas berisiko terkoreksi menuju support 4539.60 sampai 4514.23.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat akibat penguatan indeks Dollar AS dan imbal hasil obligasi AS setelah notulen FOMC bernada hawkish. Namun, sentimen pasar mulai membaik setelah negosiasi AS-Iran dikabarkan berjalan positif dengan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Harga minyak dunia pun turun mendekati $90 per barel, memberi dukungan bagi pergerakan emas. Pagi ini, harga emas dibuka menguat di kisaran $4535 per troy ons dan bergerak mendekati resistance $4555. Jika berhasil ditembus, emas berpotensi naik menuju $4575 hingga $4595. Sementara itu, area $4515 menjadi support penting yang perlu dijaga untuk mempertahankan peluang bullish.
Harga emas bergerak melemah pada perdagangan sebelumnya dan ditutup di level 4508.16 setelah sempat menyentuh level terendah 4491.59. Tekanan masih datang dari penguatan Dollar AS dan sikap hawkish The Fed, sementara pasar tetap memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah. Hari ini, area pivot berada di level 4515.20 yang menjadi penentu arah pergerakan harga emas. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, emas berpeluang menguat menuju resistance 4538 hingga 4569. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah pivot, emas berpotensi melemah menuju support 4484 hingga 4460. Rata-rata pergerakan harian emas berada di kisaran 97 poin.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis sebelum akhirnya ditutup sedikit di bawah level pembukaan harian. Sentimen pasar dipengaruhi kabar bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran disebut telah mencapai kerangka kesepakatan dengan mediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut dikabarkan mencakup gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur transportasi internasional. Kabar ini menekan harga minyak dunia turun di bawah $100 per barel, namun pelaku pasar masih menunggu pernyataan resmi dari kedua negara sebelum mengambil posisi besar di pasar komoditas. Secara teknikal, harga emas pagi ini dibuka di kisaran $4543 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish setelah terbentuk pola bearish pinbar pada perdagangan sebelumnya. Level support terdekat berada di area $4520, sementara resistance penting berada di area $4560.
Harga emas dunia bergerak volatil pada perdagangan sebelumnya setelah sempat menyentuh level terendah di area $4488 sebelum akhirnya ditutup stabil di kisaran $4543 per troy ons. Pergerakan pasar masih dipengaruhi perkembangan negosiasi geopolitik Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak dunia. Secara teknikal, emas bergerak di sekitar area pivot $4534 dan masih berpotensi melanjutkan tekanan bearish selama bertahan di bawah resistance $4579. Jika support $4497 berhasil ditembus, harga emas berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area $4451 hingga $4415. Sebaliknya, jika harga mampu bertahan di atas pivot dan menembus resistance $4579, maka peluang rebound menuju area $4616 hingga $4661 akan semakin terbuka. Volatilitas harian diperkirakan masih cukup tinggi dengan rata-rata pergerakan mencapai 110 poin.
arga emas dunia sempat menyentuh level terendah dalam tujuh pekan sebelum rebound dan ditutup menguat lebih dari 1% pada perdagangan Rabu. Penguatan emas didorong melemahnya indeks Dollar AS usai rilis notulen FOMC yang menunjukkan mayoritas pejabat The Fed mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya tekanan inflasi global akibat situasi geopolitik. Meski prospek suku bunga tinggi biasanya menekan emas, pelemahan Dollar dan imbal hasil obligasi AS justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi bargain hunting. Secara teknikal, emas kini bergerak di area $4547 per troy ons dengan resistance terdekat di 4589 hingga 4615, sementara support penting berada di area 4516 dan 4480.
Harga emas dunia berhasil ditutup menguat pada perdagangan Rabu setelah sempat menyentuh level terendah dalam tujuh pekan terakhir. Penguatan terjadi seiring melemahnya indeks Dollar AS usai rilis notulen rapat FOMC yang memicu aksi bargain hunting di pasar emas. Emas ditutup di level $4543.58 per troy ons setelah bergerak dalam range harian cukup lebar dari low $4453.54 hingga high $4552.45. Pada perdagangan hari ini, pergerakan emas masih berpotensi bullish selama harga mampu bertahan di atas area pivot $4516.52. Jika momentum beli berlanjut, emas berpeluang menguji resistance di area $4579 hingga $4615. Namun apabila harga kembali tertekan dan turun di bawah pivot, tekanan bearish berpotensi membawa emas melemah menuju support $4480 bahkan hingga area $4417. Market diperkirakan masih bergerak volatil seiring fokus pelaku pasar terhadap perkembangan kebijakan suku bunga The Fed serta pergerakan indeks Dollar AS.
Harga emas dunia melemah tajam hingga 2% pada perdagangan Selasa dan mencatat level terendah dalam delapan pekan terakhir. Tekanan terhadap logam mulia dipicu kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi global akibat tingginya harga minyak dunia di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan belum adanya kesepakatan negosiasi antara AS dan Iran. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat aset non-bunga seperti emas menjadi kurang diminati investor. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran $4480 per troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish setelah bergerak di bawah level psikologis $4500. Area support 4460 menjadi target penurunan terdekat, sementara jika mampu kembali menguat di atas 4500, emas berpeluang rebound menuju area resistance 4535 hingga 4560.
Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa setelah tekanan jual mendorong harga turun hingga menyentuh level terendah dalam beberapa pekan terakhir. Emas ditutup di level $4481.88 per troy ons setelah sempat bergerak di kisaran tertinggi $4588.88 dan terendah $4464.85. Sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran inflasi global dan potensi kebijakan suku bunga yang lebih tinggi, sehingga menekan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Pada perdagangan hari ini, area pivot berada di level $4511.87. Selama harga masih bergerak di bawah area tersebut, emas berpotensi melanjutkan tren bearish dengan target support terdekat di area $4434.86 hingga $4387.84. Namun jika mampu rebound dan bertahan di atas pivot, harga emas berpeluang menguji resistance di area $4558.89 sampai $4635.90.