Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat setelah sempat bergerak volatil di kisaran US$4.072–4.135 per troy ons. Penguatan dolar AS dan aksi ambil untung menjelang pekan yang dipenuhi rilis data ekonomi penting membuat tekanan jual kembali mendominasi pasar. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.108 per troy ons dengan pivot di 4.105,21. Selama harga bertahan di atas area pivot, peluang penguatan menuju resistance 4.137 masih terbuka. Sebaliknya, jika menembus support 4.075, tekanan jual berpotensi berlanjut ke area 4.043. Fokus pelaku pasar pekan ini tertuju pada data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Kamis setelah pelemahan indeks Dollar AS mendorong minat beli logam mulia. Sentimen positif juga didukung oleh turunnya harga minyak dunia seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Selat Hormuz. Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan menunggu rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat pekan depan sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.124 per troy ons dengan bias bullish selama bertahan di atas level US$4.105. Resistance terdekat berada di US$4.140, sementara support berada di US$4.105, diikuti US$4.089 dan US$4.073 apabila tekanan jual kembali meningkat.
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis dan ditutup di level US$4.123,53 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi US$4.137,84. Penguatan didorong oleh pelemahan indeks Dollar AS serta meningkatnya minat beli terhadap aset safe haven. Pada perdagangan pagi ini, emas masih bergerak dengan kecenderungan bullish selama bertahan di atas level pivot US$4.105,16. Resistance terdekat berada di US$4.156,21, sedangkan support berada di US$4.072,49. Pasar kini menantikan katalis baru, terutama data inflasi AS (CPI) pekan depan, yang berpotensi menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak. Kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat juga diperkuat oleh notulen rapat FOMC, sehingga memperbesar peluang suku bunga AS bertahan lebih tinggi hingga akhir tahun. Pagi ini, emas diperdagangkan di sekitar US$4.077 per troy ons. Secara teknikal, US$4.100 menjadi resistance utama untuk membuka peluang kenaikan, sementara US$4.060 menjadi support terdekat yang perlu dijaga agar tekanan bearish tidak berlanjut menuju area US$4.040–4.020.
Harga emas dunia ditutup melemah di US$4.077,35 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi US$4.133,72 pada perdagangan Rabu. Pagi ini, emas bergerak di sekitar level pivot US$4.077,58, mencerminkan kecenderungan pasar yang masih menunggu katalis baru. Area US$4.133 menjadi resistance terdekat, sementara US$4.021 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Pergerakan harga emas selanjutnya diperkirakan tetap dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas dunia terkoreksi lebih dari 1% pada perdagangan Selasa setelah memanasnya kembali konflik Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga minyak di atas US$70 per barel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.103 per troy ons dengan kecenderungan masih bearish. Support terdekat berada di area US$4.090, sedangkan resistance berada di level US$4.126. Penembusan salah satu level tersebut berpotensi menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa dan ditutup di level US$4.105,76 per troy ons setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global. Sentimen tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi minat pada aset non-bunga seperti emas. Pada perdagangan pagi ini, emas diperkirakan bergerak dalam rentang support US$4.071 dan resistance US$4.160, dengan level pivot berada di US$4.126 per troy ons. Pergerakan harga selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik serta ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral.
Harga emas dunia menguat mendekati US$4.200 per troy ons setelah pelemahan indeks Dolar AS menyusul data Non-Farm Payrolls (NFP) yang lebih lemah dari ekspektasi. Kondisi tersebut meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, sehingga kembali mendukung daya tarik emas sebagai aset safe haven. Pada perdagangan pagi ini, emas bergerak di sekitar US$4.178 per troy ons dengan bias masih bullish. Secara teknikal, level US$4.200 menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan ke US$4.220. Sebaliknya, jika gagal menembus area tersebut, harga berpotensi terkoreksi menuju support di kisaran US$4.160–US$4.140.
Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya dengan kenaikan sekitar 41 poin ke level US$4.166,51 per troy ons setelah bergerak dalam rentang US$4.121,12–US$4.195,26. Penguatan ini menunjukkan minat beli masih bertahan meski harga belum mampu menembus resistance utama. Pada perdagangan hari ini, level US$4.160,96 menjadi pivot utama. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang menguji resistance US$4.200 masih terbuka. Sebaliknya, jika turun di bawah support US$4.126, tekanan jual berpotensi membawa emas menuju area US$4.087.
Harga emas dunia menguat mendekati US$4.200 per troy ons setelah pelemahan indeks dolar AS pasca rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) yang lebih lemah dari ekspektasi. Kondisi ini meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, sehingga kembali mendukung daya tarik emas. Secara teknikal, emas masih bergerak dalam tren bullish. Selama mampu bertahan di atas area US$4.160, harga berpeluang menguji resistance US$4.200. Jika berhasil menembus level tersebut, penguatan dapat berlanjut menuju US$4.220–4.240. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance berpotensi memicu aksi profit taking yang dapat membawa harga kembali menguji area US$4.140–4.120.