Harga emas dunia menguat ke level tertingginya dalam seminggu terakhir pada sesi perdagangan hari Kamis seiring melemahnya indeks Dollar AS pasca hasil data ekonomi yang mengecewakan. Data yang kemarin dirilis melaporkan bahwa pasar tenaga kerja AS hanya mampu menyerap 57.000 pekerja baru sepanjang bulan Juni, jauh di bawah angka 114.000 yang menjadi ekspektasi pasar. Hasil data yang lebih lemah dari ekspektasi meredupkan spekulasi akan adanya kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat dan mengembalikan daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia di mata investor. Liburnya pasar Amerika Serikat dalam rangka merayakan Independence Day hari ini berpotensi mengurangi volume transaksi di pasar mata uang maupun komoditi.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4125 per troy ons dan masih berpotensi melanjutkan tren bullish berkat dorongan dari hasil data ekonomi AS kemarin. Area 4145 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekatnya hari ini. Break ke atas area tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bullish dengan potensi kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4165 atau bahkan hingga area 4185. Di sisi lain, kenaikan tajam harga emas kemarin juga berpotensi menarik aksi profit taking sebelum libur akhir pekan yang bisa mengoreksinya turun menguji level support kunci di area 4100. Break ke bawah area kunci tersebut dapat menekan harga emas turun lebih dalam menuju level support lanjutan di area 4080 atau bahkan hingga area 4060.
Bagikan Berita Ini