Harga emas dunia melanjutkan tren bullish pada hari Jumat untuk menutup sesi perdagangan pekan lalu di dekat level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Melemahnya indeks Dollar AS sepanjang pekan lalu membuat logam mulia menjadi relatif lebih murah di mata investor pemegang mata uang non-Dollar sehingga mendorong pembelian dalam volume besar. Selain itu, masih adanya ketidakpastian terhadap situasi di Timur Tengah akibat konflik AS-Iran juga membuat logam mulia kembali diminati sebagai aset safe haven. Perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada simposium ekonomi internasional di Jackson Hole, Wyoming. Ketua Fed Kevin Warsh akan berbicara di simposium tersebut dan diharapkan bisa memberi sinyal untuk arah kebijakan Fed hingga akhir tahun ini.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4615 per troy ons dan masih berpotensi melanjutkan tren bullish setelah berhasil menembus area psikologis 4600 untuk pertama kalinya sejak pertengahan bulan Mei. Area 4635 kini akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekat yang, jika ditembus, dapat menopang kenaikan harga emas untuk mengincar target yang lebih tinggi di area resistance 4655 atau bahkan hingga area 4685. Di sisi lain, harga emas yang relatif tinggi juga berpotensi menarik aksi profit-taking di awal pekan yang berpotensi mengoreksinya turun menguji level support di area 4595. Break ke bawah support tersebut akan menambah tekanan bearish dan berpotensi membawa harga emas turun ke level support yang lebih dalam di area 4575 atau bahkan hingga area 4555.
Bagikan Berita Ini