Harga emas dunia melanjutkan tren penurunan untuk hari kedua beruntun dan menyentuh level terendahnya dalam seminggu terakhir pada sesi perdagangan hari Kamis. Berlanjutnya penguatan indeks Dollar dan imbal hasil obligasi masih menjadi faktor yang mengurangi permintaan pasar terhadap emas yang merupakan aset investasi non-bunga. Sementara itu, perkembangan situasi di Timur Tengah yang masih belum menemukan titik terang membuat harga minyak dunia tertahan di atas angkan $90 per barel dan membuat pelaku pasar mencemaskan efeknya terhadap laju inflasi global. Kenaikan laju inflasi berpotensi mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga sehingga mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4273 per troy ons dan masih menunjukkan bias bearish dengan melanjutkan pergerakan di bawah indikator Moving Average 100-hari. Area 4259 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekatnya untuk hari ini. Break ke bawah support tersebut akan menambah tekanan bearish dan berpotensi membawa harga emas turun ke level support yang lebih dalam di area 4244 atau bahkan hingga area kunci 4230. Di sisi atasnya, area 4288 akan menjadi level resistance terdekatnya untuk hari ini. Break ke atas resistance tersebut akan memberi harga emas dorongan bullish untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance di area 4303 atau bahkan hingga area 4317.
Bagikan Berita Ini