Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang yang relatif terbatas sepanjang hari Jumat sebelum menutup sesi perdagangan di atas level pembukaan harian. Meski demikian, logam mulia masih mencatatkan penurunan mingguan sepanjang pekan lalu yang utamanya dipicu oleh kenaikan indeks Dollar dan imbal hasil obligasi AS. Indeks Dollar AS menyentuh level tertingginya dalam dua bulan pada pekan lalu ditopang oleh harapan akan adanya kesepakatan baru antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Selat Hormuz. Pelaku pasar pekan ini akan menunggu dirilisnya beberapa data ekonomi penting dengan sorotan utama tertuju ke data Non-Farm Payrolls dari AS yang akan dirilis pada hari Jumat.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4278 per troy ons dan masih menunjukkan bias bearish dengan bergerak di bawah level pivot harian dan juga indikator Moving Average 100-hari. Saat analisis ini ditulis, harga emas terlihat telah melemah mendekati area 4258 yang menjadi level support pertama untuk hari ini. Break ke bawah area support tersebut akan menambah tekanan bearish dan berpotensi membawa harga emas turun makin dalam menuju level support lanjutan di area 4238 atau bahkan hingga area 4218. Di sisi atasnya, area 4300 akan menjadi level resistance kunci yang perlu ditembus harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan di atas area 4300 juga akan membuka jalan untuk harga emas melanjutkan kenaikan mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4320 atau bahkan hingga area 4340.
Bagikan Berita Ini