Harga emas dunia melemah sebesar 2% sepanjang sesi perdagangan hari Selasa sekaligus mencatatkan level terendahnya dalam delapan pekan terakhir. Kecemasan terhadap kenaikan laju inflasi global masih menjadi faktor utama yang membebani logam mulia seiring belum adanya titik temu dalam negosiasi antara AS dan Iran. Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah membuat harga minyak dunia tertahan di atas level $100 sehingga mendorong kenaikan harga barang-barang lainnya. Tingginya laju inflasi membuat pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa bank sentral akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi akan adanya suku bunga yang lebih tinggi membuat aset non-bunga seperti logam mulia menjadi kurang menarik di mata investor.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4480 per troy ons dan berpotensi tren bearish setelah dibuka di bawah area psikologis 4500 yang sebelumnya menjadi level support kunci. Level support di area 4460 berpotensi menjadi target penurunan harga emas selanjutnya. Break ke bawah area tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 4440 atau bahkan hingga area 4420. Di sisi atasnya, harga emas perlu menguat kembali ke atas area psikologis untuk mengurangi tekanan bearish dan kembali ke zona netral di dekat level pivot harian 4510. Jika mampu bergerak stabil di atas level pivot, maka harga emas akan mendapat dorongan bullish untuk melanjutkan kenaikan mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4535 atau bahkan hingga area 4560.
buatkan short berita
Bagikan Berita Ini