Harga emas dunia melemah tajam sebesar 2% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Jumat untuk mencatatkan penurunan harian dalam empat sesi beruntun dan mendekati level terendahnya dalam dua pekan terakhir. Daya tarik logam mulia sedikit memudar seiring menguatnya indeks Dollar dan imbal hasil obligasi AS di tengah kecemasan terhadap kenaikan laju inflasi global akibat tingginya harga minyak dunia. Masih belum adanya titik temu antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia bertahan di atas level $100 per barel. Laju inflasi yang tinggi akan memaksa bank sentral untuk mengimbanginya dengan suku bunga yang tinggi untuk waktu lebih lama sehingga mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia di mata investor.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4536 per troy ons dan masih menunjukkan bias bearish dengan bergerak di bawah level pivot harian. Level terendahnya pekan lalu di area 4511 akan menjadi level support terdekatnya untuk hari ini. Break ke bawah area tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4485 atau bahkan hingga area 4460. Di sisi lain, harga emas juga berpotensi menarik aksi bargain hunting untuk memantul naik pasca penurunan tajam menjelang akhir pekan lalu dengan level pivot harian 4574 menjadi target kenaikan terdekat. Pergerakan stabil di atas area pivot akan menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4600 atau bahkan hingga area 4625.
Bagikan Berita Ini