Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Rabu dengan penurunan akibat tekanan dari hasil data ekonomi AS yang melaporkan bahwa laju inflasi dalam sebulan terakhir lebih tinggi dari ekspektasi. Tingginya laju inflasi berpotensi memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga di level tinggi untuk waktu yang lebih lama sehingga mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia. Sementara itu, hasil voting di Senat mengonfirmasi bahwa Kevin Warsh akan menjadi Ketua Federal Reserve berikutnya menggantikan Jerome Powell. Warsh dinominasikan Presiden Trump dengan harapan bisa menekan suku bunga ke level yang lebih rendah, namun situasi inflasi saat ini akan menjadi hambatan terbesar untuk harapan tersebut.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4692 per troy ons dan menunjukkan bias yang cenderung netral dengan bergerak tidak jauh dari level pivot harian. Di sisi atasnya, area 4720 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu ditembus harga emas untuk mendapat dorongan bullish. Break ke atas resistance tersebut akan menopang harga emas melanjutkan kenaikan mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4752 atau bahkan hingga area 4777. Sedangkan di sisi bawahnya, area 4663 akan menjadi level support terdekat yang jika ditembus dapat memberi harga emas tekanan bearish. Break ke bawah support tersebut berpotensi membawa harga emas turun menuju level support yang lebih dalam di area 4637 atau bahkan hingga area 4605.
Buatkan short berita
Bagikan Berita Ini