Harga emas dunia melemah sebesar 2% sepanjang sesi perdagangan hari Senin seiring kembalinya harga minyak dunia ke atas level $100 per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu mengumumkan "Project Freedom" yang merupakan rencana untuk mengawal kapal-kapal yang ini melewati Selat Hormuz. Iran merespon pengumuman tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak akan segan untuk menyerang kapal yang mencoba menerobos blokade. Kenaikan harga minyak dunia dalam dua bulan terakhir memaksa pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk mempertahankan suku bunga di level tinggi demi mengimbangi tingginya laju inflasi. Akibatnya, aset non-bunga seperti logam mulia menjadi kurang menarik di mata investor.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4523 dan masih berpotensi melanjutkan tren bearish dengan level support di area 4500 kini menjadi target penurunan terdekat. Break ke bawah area 4500 akan menambah tekanan bearish yang berpotensi membawa harga emas turun makin dalam menuju level support lanjutan di area 4475 atau bahkan hingga area 4450. Skenario bearish ini bisa digagalkan jika harga emas mampu memantul naik dan mengatasi level pivot harian 4551 yang juga menjadi level resistance kunci. Pergerakan stabil di atas area pivot akan mengubah bias pergerakan ke arah bullish dengan potensi kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4575 atau bahkan hingga area kunci 4600.
Bagikan Berita Ini