Harga emas dunia mengawali bulan Mei dengan mencatatkan penurunan tipis setelah bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan hari Jumat. Libur hari buruh di berbagai negara membuat pasar mata uang dan komoditi bergerak dalam volatilitas yang relatif rendah. Perkembangan situasi di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pelaku pasar seiring masih belum tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, perhatian pelaku pasar pekan ini juga akan tertuju pada data-data ekonomi yang akan dirilis dari AS dengan berfokus pada laporan dari sektor tenaga kerja. Perkiraan sementara mengarah ke melambatnya pertumbuhan pasar tenaga kerja AS yang berpotensi menjadi katalis untuk pelemahan indeks Dollar AS dan penguatan harga emas. Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4623 per troy ons dan menunjukkan bias bullish untuk jangka pendek dengan bergerak di atas level pivot harian. Area 4635 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu diatasi harga emas untuk mengonfirmasi berlanjutnya tren bullish dengan potensi kenaikan mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4660 atau bahkan hingga area 4695. Namun jika gagal bertahan di atas level pivot harian, maka harga emas akan mendapat tekanan bearish untuk menguji level support di area 4585. Break ke bawah area 4585 akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 4560 atau bahkan hingga area 4535.
Bagikan Berita Ini