• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Tertekan di Tengah Ketegangan Hormuz, Ancaman Suku Bunga Tinggi Perkuat Tren Bearish

Harga emas dunia melemah mendekati level terendahnya dalam dua pekan terakhir pada sesi perdagangan hari Kamis seiring kembali memanasnya situasi di Selat Hormuz. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut dengan kedua pihak mempertahankan blokadenya di selat tersebut tanpa adanya kejelasan mengenai negosiasi damai. Akibatnya, harga minyak kembali mengalami kenaikan mendekati angka $100 per barel sehingga membuat pelaku pasar khawatir terhadap tingginya laju inflasi. Situasi ini akan menjadi pembahasan utama Federal Reserve dan bank sentral lain dari berbagai negara pada rapat moneternya pekan depan. Tingginya laju inflasi akan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama sehingga mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia.

Emas mengawali sesi perdagangan hari ini di kisaran harga $4700 per troy ons dan menunjukkan bias bearish dengan bergerak di bawah indikator Moving Average 100-hari dan level pivot harian. Area 4675 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat. Break ke bawah support tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4650 atau bahkan hingga area 4625. Di sisi atasnya, harga emas perlu bergerak stabil di atas level pivot harian untuk mengurangi tekanan bearish sebelum mencoba menguji level resistance di area 4725. Break ke atas resistance tersebut akan memberi harga emas dorongan bullish untuk melanjutkan kenaikan lebih tinggi mengincar level resistance di area 4750 atau bahkan hingga area 4775.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?