Harga emas dunia melemah mendekati level terendahnya dalam seminggu terakhir akibat tekanan dari penguatan indeks Dollar AS pada sesi perdagangan hari Selasa. Data ekonomi yang kemarin dirilis menjadi salah satu faktor utama penggerak pasar dengan melaporkan bahwa penjualan ritel di AS dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan signifikan melebihi ekspektasi. Sementara itu, masih belum adanya kepastian dalam negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran kembali memunculkan kekhawatiran terhadap rantai suplai minyak dunia. Kembalinya harga minyak ke atas level $90 per barrel akan memicu kenaikan laju inflasi dan mendorong pelaku pasar melepas sebagian aset tidak bergeraknya seperti logam mulia untuk mengimbangi kenaikan biaya operasional.
Emas mengawali sesi perdagangan hari ini di kisaran harga $4723 per troy ons dan berada dalam bias bearish setelah kemarin turun ke bawah level indikator Moving Average 100-hari. Area 4700 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekatnya hari ini. Break ke bawah area tersebut akan menambah tekanan bearish terhadap harga emas dan membawanya turun menuju level support yang lebih dalam di area 4675 atau bahkan hingga area 4650. Di sisi atasnya, area 4750 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu diatasi harga emas untuk mengembalikan dorongan bullish. Pergerakan stabil di atas resistance tersebut akan menopang harga emas untuk menguat kembali dan mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4775 atau bahkan hingga area 4800.
Bagikan Berita Ini