• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Emas Terpuruk Tiga Hari, Inflasi dan Harga Minyak Jadi Tekanan Pasar

Harga emas dunia kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis dan mencatat penurunan harian selama tiga sesi berturut-turut. Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah data penjualan ritel Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan sesuai ekspektasi di tengah meningkatnya inflasi global. Kenaikan harga minyak dunia yang masih bertahan di atas USD100 per barel akibat ketidakpastian konflik Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran USD4653 per troy ons dan mencoba rebound menuju area pivot 4671. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, emas berpeluang naik ke area 4700 hingga 4725. Sementara itu, support terdekat berada di level 4625 yang jika ditembus dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut menuju 4600 hingga 4575.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya ekspektasi suku bunga masih membayangi pasar. Pelaku pasar tetap berhati-hati menyusul data inflasi AS yang kuat dan berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Pada sesi perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran USD4692 per troy ons dan bergerak dengan bias bearish setelah ditutup di bawah level pivot harian 4671.68. Area support terdekat berada di level 4624, sementara penembusan di bawah area tersebut dapat membuka peluang pelemahan lanjutan menuju 4597 hingga 4550. Di sisi lain, apabila harga mampu kembali bergerak di atas area pivot, emas berpotensi rebound dengan target resistance di level 4699 hingga 4745. Volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 100 poin.

Blog Photo

Emas Tertekan Inflasi AS, Pasar Cermati Kepemimpinan Baru The Fed

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut meningkatkan peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Pasar juga menyoroti konfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru menggantikan Jerome Powell. Meski diharapkan mendukung suku bunga lebih rendah, tingginya inflasi dinilai menjadi tantangan besar bagi kebijakan tersebut. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran USD4692 per troy ons dan masih bergerak netral di sekitar level pivot harian. Area 4720 menjadi resistance penting untuk mendorong penguatan lanjutan, sementara support terdekat berada di level 4663.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah gagal mempertahankan penguatan di area tertinggi harian. Logam mulia bergerak terbatas di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang masih mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta pergerakan imbal hasil obligasi AS. Pada sesi pagi ini, emas dibuka di kisaran USD4.715 per troy ons dan bergerak di bawah level pivot harian 4694.86 sehingga bias jangka pendek masih cenderung bearish. Area support terdekat berada di level 4663, sementara break di bawah area tersebut berpotensi membuka ruang pelemahan lanjutan menuju 4637 hingga 4605. Di sisi lain, apabila harga mampu kembali bergerak stabil di atas level pivot, emas berpeluang rebound dengan target resistance di area 4720 hingga 4752. Volatilitas perdagangan diperkirakan tetap tinggi dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 97 poin.

Blog Photo

Inflasi AS Memanas, Tekan Harga Emas Global

Harga emas dunia (XAUUSD) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, di level USD 4.715,11 per troy ounce setelah data inflasi Amerika Serikat (CPI) April naik menjadi 3,8% YoY, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Kenaikan inflasi memicu penguatan Dolar AS sekaligus meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Tekanan terhadap emas juga datang dari meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga AS pada awal 2027 serta memudarnya harapan pemangkasan suku bunga tahun ini. Kondisi tersebut membuat investor beralih ke aset berbasis Dolar AS yang dinilai lebih menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain faktor fundamental, aksi deleveraging oleh investor institusi dan meningkatnya arus keluar ETF emas global turut memperlemah sentimen pasar. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz, juga mendorong investor memilih likuiditas tunai dibanding aset safe haven seperti emas. Di pasar domestik, pelemahan harga emas dunia ikut menekan harga emas batangan dan buyback di Indonesia meski Rupiah masih berada di kisaran Rp17.500 per USD. Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi selama tekanan inflasi AS dan ketegangan geopolitik masih berlangsung.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa setelah sempat bergerak sangat volatil dengan menyentuh level tertinggi tiga pekan terakhir di area 4773 dan terendah harian di 4638. Tekanan bearish muncul setelah penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga tinggi di Amerika Serikat akan bertahan lebih lama menyusul data inflasi yang kembali meningkat. Pada perdagangan hari ini, emas dibuka di kisaran 4738 dan ditutup di level 4715 dengan area pivot berada di 4708. Selama harga bergerak di bawah resistance 4779, tekanan bearish masih berpotensi mendominasi dengan target support terdekat di area 4644. Jika support tersebut ditembus, harga emas berpeluang melanjutkan penurunan menuju 4573. Sementara itu, peluang bullish akan kembali terbuka apabila emas mampu bergerak stabil di atas area 4779 untuk menguji resistance berikutnya di 4843 hingga 4914.

Blog Photo

Harga Emas Terkoreksi Setelah Data Inflasi AS Menguat

Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa setelah pasar dipengaruhi kombinasi sentimen geopolitik dan data ekonomi AS. Kekhawatiran meningkat usai negosiasi damai antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan sempat mendorong harga emas menguat ke level tertinggi tiga pekan. Namun penguatan tersebut berbalik melemah setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen, yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Kondisi ini menekan minat investor terhadap aset safe haven non-bunga seperti emas. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran $4715 per troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus resistance Moving Average 100-hari. Support terdekat berada di area 4695, sementara resistance terdekat berada di level 4740.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Senin setelah meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kembali memanasnya tensi geopolitik global. Pelemahan indeks dolar AS serta ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed turut menjadi katalis positif bagi pergerakan emas. Secara teknikal, emas bergerak bullish dan berhasil ditutup di atas level pivot 4710. Peluang kenaikan masih terbuka menuju area resistance 4772 hingga 4810 selama harga bertahan di atas support 4672. Namun volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring pelaku pasar menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Pada perdagangan hari ini, emas berpotensi bergerak dalam kisaran support 4672–4609 dan resistance 4772–4810.

Blog Photo

Emas Bersinar di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran, Target 4787 Kian Terbuka

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat setelah melemahnya indeks Dollar AS usai rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Meski penyerapan tenaga kerja bulan April tercatat lebih baik dari ekspektasi pasar, angkanya masih lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sehingga menekan penguatan dolar. Di sisi lain, ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal damai dari Iran. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi berlanjutnya konflik di Timur Tengah dan menopang minat beli aset safe haven seperti emas. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran $4691 per troy ons dan mulai mencoba rebound untuk kembali menuju area pivot di level 4717. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 4756 hingga 4787. Sementara itu, support terdekat berada di area 4678 dengan potensi penurunan lanjutan ke 4646 apabila tekanan bearish meningkat.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya setelah pelemahan Dollar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mendorong permintaan aset safe haven. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian utama pelaku pasar pada awal pekan ini. Secara teknikal, emas membuka perdagangan Senin di dekat area pivot 4717. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance 4755 hingga 4787. Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah support 4685, emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 4646. Pergerakan emas hari ini diperkirakan tetap volatil dengan rata-rata pergerakan harian berada di kisaran 106 poin.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?