Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada perdagangan sebelumnya hingga ke kisaran US$4.000 per troy ons setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan memperkuat kekhawatiran inflasi global. Sentimen tersebut mendorong investor mengurangi minat terhadap emas menjelang rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat. Pada perdagangan hari ini, emas diperkirakan bergerak dengan bias bearish. Level US$3.957 menjadi support terdekat, sementara US$4.074 menjadi resistance awal yang perlu ditembus apabila terjadi rebound. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan emas dan kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap memanasnya kembali konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong inflasi global. Meski terkoreksi, emas masih mampu bertahan di atas level US$4.100 per troy ons berkat aksi beli di harga rendah (bargain hunting) menjelang penutupan pekan. Pada perdagangan pagi ini, emas bergerak di sekitar US$4.097 per troy ons dan menguji area support 4.076. Apabila level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 4.043 hingga 4.013. Sebaliknya, jika mampu kembali bergerak di atas pivot 4.105, peluang rebound menuju 4.137 hingga 4.167 masih terbuka. Fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis data inflasi (CPI) AS serta testimoni Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat setelah sempat bergerak volatil di kisaran US$4.072–4.135 per troy ons. Penguatan dolar AS dan aksi ambil untung menjelang pekan yang dipenuhi rilis data ekonomi penting membuat tekanan jual kembali mendominasi pasar. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.108 per troy ons dengan pivot di 4.105,21. Selama harga bertahan di atas area pivot, peluang penguatan menuju resistance 4.137 masih terbuka. Sebaliknya, jika menembus support 4.075, tekanan jual berpotensi berlanjut ke area 4.043. Fokus pelaku pasar pekan ini tertuju pada data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat setelah sempat bergerak volatil di kisaran US$4.072–4.135 per troy ons. Penguatan dolar AS dan aksi ambil untung menjelang pekan yang dipenuhi rilis data ekonomi penting membuat tekanan jual kembali mendominasi pasar. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.108 per troy ons dengan pivot di 4.105,21. Selama harga bertahan di atas area pivot, peluang penguatan menuju resistance 4.137 masih terbuka. Sebaliknya, jika menembus support 4.075, tekanan jual berpotensi berlanjut ke area 4.043. Fokus pelaku pasar pekan ini tertuju pada data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Kamis setelah pelemahan indeks Dollar AS mendorong minat beli logam mulia. Sentimen positif juga didukung oleh turunnya harga minyak dunia seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Selat Hormuz. Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan menunggu rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat pekan depan sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.124 per troy ons dengan bias bullish selama bertahan di atas level US$4.105. Resistance terdekat berada di US$4.140, sementara support berada di US$4.105, diikuti US$4.089 dan US$4.073 apabila tekanan jual kembali meningkat.
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis dan ditutup di level US$4.123,53 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi US$4.137,84. Penguatan didorong oleh pelemahan indeks Dollar AS serta meningkatnya minat beli terhadap aset safe haven. Pada perdagangan pagi ini, emas masih bergerak dengan kecenderungan bullish selama bertahan di atas level pivot US$4.105,16. Resistance terdekat berada di US$4.156,21, sedangkan support berada di US$4.072,49. Pasar kini menantikan katalis baru, terutama data inflasi AS (CPI) pekan depan, yang berpotensi menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak. Kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat juga diperkuat oleh notulen rapat FOMC, sehingga memperbesar peluang suku bunga AS bertahan lebih tinggi hingga akhir tahun. Pagi ini, emas diperdagangkan di sekitar US$4.077 per troy ons. Secara teknikal, US$4.100 menjadi resistance utama untuk membuka peluang kenaikan, sementara US$4.060 menjadi support terdekat yang perlu dijaga agar tekanan bearish tidak berlanjut menuju area US$4.040–4.020.
Harga emas dunia ditutup melemah di US$4.077,35 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi US$4.133,72 pada perdagangan Rabu. Pagi ini, emas bergerak di sekitar level pivot US$4.077,58, mencerminkan kecenderungan pasar yang masih menunggu katalis baru. Area US$4.133 menjadi resistance terdekat, sementara US$4.021 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Pergerakan harga emas selanjutnya diperkirakan tetap dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas dunia terkoreksi lebih dari 1% pada perdagangan Selasa setelah memanasnya kembali konflik Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga minyak di atas US$70 per barel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.103 per troy ons dengan kecenderungan masih bearish. Support terdekat berada di area US$4.090, sedangkan resistance berada di level US$4.126. Penembusan salah satu level tersebut berpotensi menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa dan ditutup di level US$4.105,76 per troy ons setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global. Sentimen tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi minat pada aset non-bunga seperti emas. Pada perdagangan pagi ini, emas diperkirakan bergerak dalam rentang support US$4.071 dan resistance US$4.160, dengan level pivot berada di US$4.126 per troy ons. Pergerakan harga selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik serta ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral.