• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Emas Bergerak Sideways, Pasar Tunggu Data NFP AS

Harga emas dunia bergerak fluktuatif namun cenderung stabil pada perdagangan Selasa karena pelaku pasar masih menunggu kepastian terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Minimnya sentimen baru membuat investor memilih untuk menahan posisi sambil menantikan data penting dari Amerika Serikat pekan ini. Fokus pasar kini tertuju pada rilis Non-Farm Payrolls (NFP) hari Jumat yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan tenaga kerja. Jika hasil data lebih lemah dari perkiraan, Dollar AS berpotensi tertekan dan dapat menjadi katalis positif bagi harga emas. Secara teknikal, emas masih bergerak di bawah level pivot harian sehingga bias jangka pendek cenderung bearish. Area 4470 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Penembusan di bawah level tersebut berpotensi membuka ruang penurunan menuju 4450 hingga 4430. Sementara itu, jika harga mampu kembali bergerak di atas pivot dan menembus 4510, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju 4530 hingga 4550.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas bergerak volatil pada perdagangan sebelumnya dengan rentang pergerakan mencapai lebih dari 78 poin. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di 4541.31, harga emas kembali terkoreksi dan ditutup relatif datar di area 4487.79. Secara teknikal, level Pivot 4497.33 menjadi area kunci yang akan menentukan arah pergerakan emas hari ini. Selama harga bergerak di bawah area pivot, tekanan jual masih berpotensi mendominasi dengan target menuju Support 4453.35 hingga 4418.91. Sebaliknya, jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas pivot, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju Resistance 4531.77 dan 4575.75.

Blog Photo

Harga Emas Melemah di Tengah Penguatan Dollar AS dan Ketidakpastian Geopolitik

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Senin seiring meningkatnya tekanan dari penguatan harga minyak dunia dan indeks Dollar AS. Sentimen pasar dipengaruhi oleh ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas setelah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap potensi peningkatan inflasi global, yang dapat mendorong bank-bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi non-yielding. Di sisi lain, data indeks manufaktur Amerika Serikat yang dirilis lebih baik dari perkiraan turut memperkuat Dollar AS, sehingga menambah tekanan terhadap pergerakan harga emas. Pada perdagangan pagi ini, emas bergerak di sekitar level US$4.487 per troy ons dan masih berada di bawah level pivot harian 4.492, yang menunjukkan kecenderungan bearish. Level 4.465 menjadi support terdekat yang akan menjadi fokus pelaku pasar. Penembusan di bawah area tersebut berpotensi membuka ruang penurunan menuju 4.440 hingga 4.415. Sementara itu, pemulihan harga di atas level pivot harian dapat mengurangi tekanan jual dan membuka peluang pengujian resistance di area 4.515, dengan target lanjutan menuju 4.540 hingga 4.565 per troy ons.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Senin setelah penguatan indeks Dollar AS dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global. Sentimen tersebut dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah mendorong investor untuk mencermati potensi dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi global. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank-bank sentral utama dunia. Di sisi lain, rilis data sektor manufaktur Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi memberikan dukungan bagi penguatan Dollar AS. Penguatan mata uang tersebut turut menekan harga emas karena meningkatkan biaya kepemilikan logam mulia bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya. Secara teknikal, harga emas saat ini bergerak di sekitar level pivot harian 4492.65. Area 4439.57 menjadi level support terdekat yang perlu diperhatikan pelaku pasar, sementara area 4537.74 menjadi resistance utama dalam jangka pendek. Pergerakan harga selanjutnya diperkirakan akan dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

Blog Photo

EMAS AMBRUK KE LEVEL TERENDAH 2 BULAN!

Harga emas dunia kembali melemah dan menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir akibat penguatan Dollar AS serta meningkatnya optimisme pasar terhadap negosiasi AS–Iran. Turunnya harga minyak dunia membuat permintaan aset safe haven ikut menurun. Pagi ini emas dibuka di area $4462 per troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish. Area 4430 menjadi support penting yang wajib diperhatikan. Jika berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 4400 hingga 4370. Namun jika emas mampu rebound dan bertahan di atas pivot harian, peluang kenaikan menuju resistance 4490 hingga 4520 masih terbuka.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada perdagangan sebelumnya setelah tekanan jual besar mendorong harga turun lebih dari 70 poin dari level pembukaan harian. Penguatan indeks Dollar AS serta meningkatnya optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi global membuat minat terhadap aset safe haven mulai berkurang. Secara teknikal, area 4463 menjadi pivot penting hari ini. Jika harga mampu kembali naik di atas level tersebut, emas berpeluang menguji resistance 4526 hingga 4596. Namun jika tekanan bearish berlanjut dan harga menembus support 4393, maka penurunan bisa berlanjut menuju area 4331 bahkan 4260.

Blog Photo

Emas Anjlok ke Level Terendah 2 Bulan, Tekanan Bearish Masih Berlanjut

Harga emas dunia kembali melemah dan menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir pada perdagangan Rabu. Tekanan datang dari penguatan Dollar AS serta meningkatnya optimisme pasar terhadap negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar positif tersebut mendorong harga minyak dunia turun ke level terendah bulan ini sehingga mengurangi permintaan aset safe haven seperti emas. Meski demikian, turunnya harga minyak juga berpotensi meredakan tekanan inflasi global dan membuka peluang bank sentral menahan kenaikan suku bunga. Pagi ini emas dibuka di kisaran $4462 per troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish. Area 4430 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan pasar. Jika tembus, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 4400 hingga 4370. Sementara itu, peluang rebound baru akan terbuka apabila harga mampu kembali bergerak di atas level pivot harian untuk menguji resistance 4490 hingga 4520.

Blog Photo

Gold Analysis Report

???? ANALISIS PASAR EMAS Kamis, 28 Mei 2026 – 07:00 WIB Harga emas dunia mengalami tekanan cukup tajam pada perdagangan Rabu setelah pasar merespon penguatan Dollar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kondisi tersebut memicu aksi profit taking dan mendorong harga emas turun lebih dari 70 poin dari level pembukaan harian. Emas dibuka pada level 4533.40 dan sempat bergerak stabil di awal sesi perdagangan. Namun tekanan jual mulai mendominasi setelah pelaku pasar kembali berspekulasi bahwa The Fed masih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama guna menekan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. Akibat sentimen tersebut, harga emas turun hingga menyentuh level terendah harian di 4401.36 sebelum akhirnya ditutup melemah di level 4456.13. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan data ekonomi AS dan arah kebijakan moneter global. Selain faktor suku bunga, pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik global yang dapat sewaktu-waktu meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas. Volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang rilis beberapa data ekonomi penting Amerika Serikat pada sesi malam nanti. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di area 4463.93. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut dengan target support di 4393 hingga 4331. Sementara jika harga mampu kembali naik di atas pivot, emas berpeluang rebound menuju resistance 4526 sampai 4596.

Blog Photo

Emas Rebound Awal Pekan, Sentimen AS-Iran Dorong Harga Menguat

Harga emas dunia bergerak menguat pada awal perdagangan pekan ini setelah pasar merespons positif perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dikabarkan semakin kondusif. Kedua negara disebut sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sementara harga minyak dunia turun mendekati level $90 per barel. Meski sebelumnya emas sempat tertekan penguatan Dollar AS dan imbal hasil obligasi AS akibat notulen FOMC bernada hawkish, sentimen geopolitik yang mulai mereda kembali menopang pergerakan logam mulia. Secara teknikal, emas berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu menembus resistance area 4555 dengan target kenaikan menuju 4575 hingga 4595. Namun aksi profit taking masih berpotensi menekan harga kembali ke area pivot 4515 sebagai support kunci perdagangan hari ini.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen tersebut mendorong minat beli pada logam mulia di tengah pelemahan harga minyak dunia dan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global. Pelaku pasar juga masih mencermati sikap The Fed setelah notulen FOMC bernada hawkish yang sebelumnya sempat menopang penguatan Dollar AS dan imbal hasil obligasi. Secara teknikal, level pivot berada di area 4559.70. Selama harga bertahan di atas area tersebut, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 4585.07 hingga 4605.17. Namun apabila terjadi aksi profit taking dan harga turun di bawah pivot, emas berisiko terkoreksi menuju support 4539.60 sampai 4514.23.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?