Harga emas dunia terkoreksi turun pada sesi perdagangan hari Jumat akibat tekanan dari kecemasan terhadap kembali memanasnya situasi di Timur Tengah yang berpotensi meningkatkan laju inflasi global. Meski demikian, logam mulia masih mampu bertahan di atas level $4.100 per troy ons berkat aksi bargain hunting yang dilakukan investor menjelang penutupan pasar akhir pekan lalu. Perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada dirilisnya data indeks harga konsumen dari Amerika Serikat yang merupakan salah satu indikator utama inflasi. Testimoni pertama Ketua Fed baru Kevin Warsh di hadapan Senat dan Kongres juga menarik untuk disimak dengan harapan bisa memberi gambaran arah kebijakan bank sentral ke depannya.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4097 per troy ons dan saat analisis ini ditulis terlihat telah melemah tajam mendekati level support di area 4076. Break ke bawah support tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4043 atau bahkan hingga area 4013. Jika ingin menggagalkan skenario bearish, maka harga emas perlu berbalik menguat dan mengatasi level pivot harian 4105. Pergerakan stabil di atas area pivot akan memberi harga emas dorongan bullish jangka pendek untuk menguji level resistance di area 4137 atau bahkan mengincar target yang lebih tinggi di area 4167.
Bagikan Berita Ini