• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Anjlok Lebih dari 3%, Tekanan Suku Bunga The Fed Membayangi Pasar

Harga emas dunia mencatatkan penurunan sebesar 3% lebih sepanjang hari Jumat untuk menutup sesi perdagangan terakhir di bulan Oktober di dekat level terendahnya dalam setahun terakhir. Kecemasan terhadap situasi geopolitik dan ekonomi global akibat berlanjutnya konflik di Timur Tengah memicu aksi jual besar-besaran di pasar komoditas, terutama logam mulia. Tertahannya harga minyak dunia di atas level $100 per barel sepanjang pekan lalu membuat pelaku pasar mencemaskan kenaikan laju inflasi global yang kemudian berpotensi memaksa bank sentral untuk mengimbanginya dengan suku bunga yang lebih tinggi. Prospek adanya suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu dekat membuat aset-aset non-bunga seperti logam mulia menjadi kurang menarik di mata investor.

Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $3883 per troy ons dan masih berpotensi untuk melanjutkan tren bearish setelah terbentuknya bearish marubozu candlestick pada hari Jumat. Area 3866 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat yang jika ditembus, akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju area 3849 atau bahkan hingga area 3832. Di sisi lain, grafik mingguan menunjukkan bahwa harga emas saat ini tertahan oleh indikator Moving Average 100 yang membuka peluang adanya rebound ditopang oleh aksi bargain hunting. Area kunci 3900 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekat untuk skenario ini. Break ke atas area 3900 akan membuka jalan untuk kenaikan lebih lanjut mengincar level resistance di area 3917 atau bahkan hingga area 3934.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?