Harga emas dunia berhasil memantul naik menjauhi level terendahnya dalam seminggu terakhir pada sesi perdagangan hari Rabu, ditopang oleh melemahnya indeks Dollar AS. Permintaan terhadap aset safe haven di tengah berlanjutnya konflik antara AS dan Iran juga membantu logam mulia menguat untuk mengimbangi harga minyak dunia yang kini berada di level tertingginya dalam lebih dari tiga bulan. Pelaku pasar hari ini juga akan menunggu rilis data indeks harga produsen dari Amerika Serikat yang merupakan salah satu indikator inflasi. Kenaikan laju inflasi berpotensi memperkuat spekulasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat moneternya pekan depan.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4404 per troy ons dan menunjukkan bias bullish dengan bergerak di atas level pivot harian. Area 4423 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekatnya hari ini. Pergerakan stabil di atas resistance tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bullish yang mengincar target yang lebih tinggi di area 4442 atau bahkan hingga area 4461. Di sisi bawahnya, area 4385 akan menjadi level support terdekat sekaligus batasan untuk skenario bullish. Break ke bawah support tersebut akan mengubah bias pergerakan ke arah bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju area 4366 atau bahkan hingga area 4347.
Bagikan Berita Ini