Harga emas dunia mencatatkan penurunan tajam pada hari Jumat akibat tekanan dari data Non-Farm Payrolls, namun masih bisa mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu di atas angka $4.400 per troy ons. Pasar tenaga kerja AS dilaporkan berhasil menyerap 162.000 pekerja baru sepanjang bulan Agustus, jauh di atas angka 55.000 yang merupakan ekspektasi pasar sebelumnya. Hasil data tersebut memperkuat wacana akan adanya kenaikan suku bunga yang sempat dilontarkan oleh Ketua Fed Kevin Warsh pada simposium ekonomi Jackson Hole akhir Agustus lalu. Wacana tersebut masih akan diuji pekan ini dengan dirilisnya data indeks harga produsen dan konsumen yang merupakan salah satu indikator utama inflasi.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4425 per troy ons dan menunjukkan bias yang relatif netral dengan bergerak di sekitar level pivot harian. Di sisi atasnya, area 4450 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka jalur bullish. Pergerakan stabil di atas area 4450 akan menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan mengincar target yang lebih tinggi di area 4475 atau bahkan hingga area 4500. Sementara di sisi bawahnya, area 4400 akan menjadi level support yang jika ditembus dapat memicu tekanan bearish. Pergerakan di bawah area 4400 berpotensi membawa harga emas turun menuju level support yang lebih dalam di area 4375 atau bahkan hingga area 4350.
Bagikan Berita Ini