Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Senin dengan menguat kembali ke atas level $4.400 per troy ons ditopang oleh meningkatnya pembelian memanfaatkan penurunan indeks Dollar AS. Rentetan hasil data ekonomi AS yang mengecewakan sepanjang bulan Agustus ini membuat pelaku pasar meragukan perlunya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat sehingga mendorong permintaan aset non-bunga seperti logam mulia. Notulen rapat moneter FOMC yang akan dirilis besok diharapkan bisa memberi gambaran lebih detail mengenai arah kebijakan Federal Reserve di bawah ketua baru yang dinominasikan Presiden Trump, yaitu Kevin Warsh. Prospek suku bunga yang lebih rendah di masa depan bisa menjadi katalis yang menopang kenaikan harga emas.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4417 per troy ons dan masih menjaga bias bullish dengan bergerak stabil di atas level pivot harian. Area 4432 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekat untuk hari ini. Pergerakan di atas resistance tersebut akan menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan, mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4447 atau bahkan hingga area 4462. Di sisi bawahnya, level pivot harian 4404 akan bertindak sebagai support terdekat sekaligus batasan untuk skenario bullish. Break ke bawah area pivot akan mengubah bias pergerakan harga emas ke arah bearish dengan potensi penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 4389 atau bahkan hingga area 4374.
Bagikan Berita Ini