Harga emas dunia melemah sepanjang sesi perdagangan hari Senin seiring kembali memanasnya situasi di Timur Tengah setelah AS dikabarkan kembali menyerang Iran pada hari Minggu. Pelaku pasar khawatir serangan tersebut akan mendorong Iran untuk kembali menutup Selat Hormuz yang akan memicu kenaikan harga minyak dan menjadi katalis untuk kenaikan laju inflasi global. Selain memantau situasi di Timur Tengah, pelaku pasar pekan ini juga akan menunggu laporan dari pasar tenaga kerja AS dengan sorotan utama tertuju pada data Non-Farm Payrolls yang akan dirilis pada hari Kamis. Survei sementara memprediksi adanya pelambatan dalam pertumbuhan pasar tenaga kerja yang bisa menjadi kabar positif untuk pelaku pasar yang menunggu kenaikan harga emas.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4018 per troy ons dan terlihat bergerak di bawah level pivot harian yang menunjukkan kecenderungan bearish dengan area psikologis 4000 menjadi level support kunci. Break ke bawah area psikologis akan menambah tekanan pada harga emas dan berpotensi membawanya turun menuju level support yang lebih dalam di area 3980 atau bahkan hingga area 3960. Di sisi atasnya, area 4040 akan menjadi level resistance yang perlu ditembus oleh harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan stabil di atas area 4040 juga akan menopang harga emas untuk kembali ke jalur bullish, mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4060 atau bahkan hingga area 4080.
Bagikan Berita Ini