Harga emas dunia sempat menguat ke level tertingginya dalam tiga pekan terakhir pada hari Selasa sebelum kemudian berbalik melemah dan menutup sesi perdagangan di bawah level pembukaan harian. Pelaku pasar global kemarin bisa bernapas lega setelah Iran dan AS menyepakati gencatan senjata dan membuka Selat Hormuz untuk dua minggu ke depan. Harga minyak dunia anjlok sebesar 11% lebih setelah berita tersebut dan memberi kesempatan pelaku pasar untuk beralih ke aset lainnya seperti logam mulia. Meski demikian, harga emas tidak bertahan lama di level tinggi dan kemudian berangsur turun karena meredanya ketegangan di Timur Tengah berarti permintaan terhadap aset safe haven juga berkurang. Sementara itu, notulen rapat moneter FOMC yang dirilis dini hari tadi tidak banyak mempengaruhi pergerakan pasar karena tidak memberikan informasi baru mengenai prospek pemangkasan suku bunga AS.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4725 per troy ons dan berada dalam bias bearish setelah menutup sesi kemarin dengan membentuk shooting star candlestick. Area 4700 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat yang jika ditembus dapat menekan harga emas turun makin dalam menuju level support lanjutan di area 4675 atau bahkan hingga area 4650. Di sisi sebaliknya, level pivot harian 4758 akan menjadi resistance terdekat yang perlu diatasi harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan stabil di atas area pivot juga akan mengembalikan momentum bullish yang berpotensi menopang harga emas naik untuk mengincar lagi level resistance di area 4790 atau bahkan hingga area 4820.
Bagikan Berita Ini