• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Kenaikan Signifikan, Harga Emas Capai Puncak Baru dalam Sebulan

Harga emas global melonjak lebih dari 1% dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada perdagangan Kamis (11/12/2025), setelah Federal Reserve kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Menurut laporan Reuters, keputusan The Fed tersebut menekan nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong penguatan signifikan pada logam mulia, termasuk perak yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Harga emas spot naik 1,17% dan berakhir di level US$ 4.279,55 per ons, posisi tertinggi sejak 21 Oktober 2025.

Adapun harga perak melesat hampir 3%, ditutup pada US$ 63,53 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor US$ 64,29 di awal sesi.

“Perak tampaknya menjadi motor penggerak yang menarik emas ikut naik. Momentum kenaikannya sangat kuat dan turut mendorong harga platinum serta palladium,” ujar analis Marex, Edward Meir.

Dolar AS jatuh ke level terendah dalam delapan minggu terhadap sejumlah mata uang utama. Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli global.

Meir juga menilai bahwa pemangkasan suku bunga oleh The Fed di tengah inflasi yang masih jauh dari target 2% menambah sentimen positif bagi emas. “Inflasi belum sepenuhnya turun, tetapi suku bunga dipotong. Ini kombinasi yang sangat mendukung harga emas,” katanya.

Dalam keputusan yang diumumkan Rabu (10/12/2025), The Fed kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin—pemangkasan ketiga secara beruntun. Meski demikian, bank sentral memberi sinyal kemungkinan jeda untuk meninjau perkembangan inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja yang dinilai masih ‘relatif ketat’.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi keuntungan bagi emas, karena aset ini tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjadi lebih menarik ketika suku bunga turun.

Presiden AS Donald Trump terus mendorong tingkat suku bunga yang rendah sejak awal masa jabatan keduanya pada Januari. Kandidat Ketua The Fed yang ia usulkan pun diperkirakan akan melanjutkan kebijakan moneter longgar tersebut. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, disebut sebagai calon terkuat.

Pelaku pasar saat ini menunggu rilis data non-farm payrolls (NFP) AS pada 16 Desember 2025 untuk melihat lebih jauh arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Dari kawasan Asia, regulator pensiun India pada Rabu memberikan izin bagi dana pensiun negara itu untuk berinvestasi di ETF emas dan perak, membuka peluang munculnya permintaan baru dari pasar besar tersebut.

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?