Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak stabil pada awal perdagangan Kamis setelah melemah signifikan terhadap sejumlah mata uang utama pada Rabu. Dari Eropa, pelaku pasar menunggu rilis data Penjualan Ritel Oktober. Sementara itu, pada paruh kedua hari, perhatian akan tertuju pada laporan mingguan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal dari AS.
Pada Rabu, Automatic Data Processing (ADP) melaporkan bahwa sektor tenaga kerja swasta AS kehilangan 32.000 pekerjaan sepanjang November, berbalik dari kenaikan 47.000 pada Oktober dan jauh di bawah perkiraan pasar yang memproyeksikan peningkatan 5.000. Data lain menunjukkan Indeks PMI Jasa ISM naik tipis menjadi 52,6 pada November dari 52,4 pada bulan sebelumnya. Namun, subindeks ketenagakerjaan turun ke 48,9, menandakan kontraksi berkelanjutan di sektor jasa. Setelah data ini dirilis, Indeks USD melemah hingga menyentuh posisi terendah sejak akhir Oktober di sekitar 98,80, sebelum kembali menguat menuju level 99,00 pada Kamis pagi. Di sisi lain, indeks berjangka Wall Street bergerak variatif setelah bursa AS ditutup positif pada Rabu.
Dalam perdagangan sesi Asia pada Kamis, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengatakan tingkat kenaikan suku bunga masih penuh ketidakpastian. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara juga mengekspresikan kekhawatiran terhadap fluktuasi pasar valuta asing. Setelah melemah sekitar 0,4% pada Rabu, pasangan USDJPY bergerak stabil pada pagi hari di Eropa dan bertahan di bawah level 155,50.
Sementara itu, EURUSD melanjutkan penguatan di pertengahan pekan dan mencapai level tertinggi sejak 17 Oktober 2025 di dekat 1,1680, sebelum terkoreksi ke sekitar 1,1650 pada Kamis pagi.
GBPUSD yang sebelumnya melemah ringan pada Senin dan Selasa, berbalik naik lebih dari 1% pada Rabu. Pada Kamis pagi, pasangan ini sedikit melemah namun tetap berada nyaman di atas 1,3300.
AUDUSD mempertahankan tren naik dan diperdagangkan sedikit di atas 0,6600 pada Kamis, mencatat kenaikan hampir 1% sepanjang pekan.
Sementara itu, emas gagal memanfaatkan pelemahan dolar yang meluas pada Rabu dan menutup sesi hampir stagnan. Hingga Kamis pagi, XAUUSD masih tertekan dan berada di bawah level US$ 4.200.
Sumber: FXStreet
Bagikan Berita Ini