• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Meroket Setelah Ukraina Menyerang Aset Energi Rusia

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) di NYMEX tercatat naik 0,25% dan bergerak di kisaran 59,34 saat laporan ini disusun pada pukul 13.40 WIB, Kamis. Kenaikan harga Minyak ini terjadi setelah serangan Ukraina terhadap pipa Druzhba di wilayah Tambov, Rusia tengah jalur penting yang menyalurkan energi ke Hongaria dan Slovakia memicu kekhawatiran baru terkait pasokan. Situasi ini semakin menekan karena perusahaan minyak besar Rusia seperti Rosneft dan Lukoil tengah menghadapi beban sanksi.

Meski mengalami penguatan di sesi awal Eropa, harga Minyak masih bergerak dalam rentang perdagangan yang sama seperti hari Rabu.

Pada hari sebelumnya, harga Minyak juga menguat setelah pertemuan antara perwakilan utama Amerika Serikat (AS) dan Rusia tidak menghasilkan titik temu dalam upaya perdamaian.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner telah melakukan “pertemuan yang sangat produktif” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa. Namun, meski Kremlin menyebut Putin menerima beberapa proposal dari AS, pertemuan tersebut tetap tidak memberikan terobosan, menurut laporan CNN.

Dalam waktu dekat, perhatian pasar akan beralih pada pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) minggu depan. Bank sentral AS diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,50%–3,75%.

Berdasarkan alat CME FedWatch, peluang The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember mencapai 89%.

Jika terealisasi, ini akan menjadi penurunan suku bunga ketiga secara beruntun. Aksi pemangkasan suku bunga dari The Fed biasanya memberikan dorongan positif terhadap proyeksi permintaan Minyak.

Sumber: FXStreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?