• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Menanjak Empat Bulan berturut-turut di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Harga emas kembali mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat (28/11/2025), mendekati level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Sentimen positif pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve bulan depan mendorong minat terhadap aset safe haven tersebut, sekaligus memperpanjang tren kenaikan emas selama empat bulan berturut-turut.

Emas spot melonjak 1,47% dan berakhir di level US$ 4.220,22 per ons, setelah sempat menyentuh titik tertinggi sejak 13 November 2025. Dengan kenaikan ini, harga emas menutup pekan dengan penguatan 3,77% serta membukukan kenaikan 6,75% sepanjang November, menandai reli empat bulan secara berkelanjutan.

Perdagangan futures sempat mengalami gangguan beberapa jam akibat masalah teknis di CME Group, yang memengaruhi transaksi valas, komoditas, obligasi pemerintah, hingga saham.

Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, menyampaikan bahwa pasar kini memproyeksikan perlambatan ekonomi hingga tahun 2026. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga.

“Ekspektasinya, ekonomi akan melambat hingga 2026 dan The Fed sangat mungkin memangkas suku bunga. Itu sebabnya investor kembali masuk ke emas,” kata Melek.

Emas biasanya berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah, karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil.

Harapan penurunan suku bunga semakin menguat setelah pernyataan bernada dovish dari Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden The Fed New York John Williams. Selain itu, pelemahan data ekonomi AS setelah penutupan sementara pemerintah beberapa waktu lalu turut memperkuat sentimen pasar.

Saat ini, para pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 87%, naik tajam dibandingkan 50% pada pekan sebelumnya.

Di tengah penguatan harga global, permintaan emas di kawasan Asia justru menurun pekan ini. Harga yang tinggi membuat pembelian ritel menurun, meski musim pernikahan di India sedang berlangsung. Sementara di China, minat konsumen ikut merosot setelah pemerintah menghapus kebijakan bebas pajak untuk pembelian emas.

Sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?