• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Dunia Naik Tajam, Sentuh Rekor Tertinggi Baru

Harga emas global melesat lebih dari 2% dan kembali menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Senin (20/10/2025), setelah sebelumnya sempat terkoreksi di akhir pekan lalu. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya harapan terhadap pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) serta menguatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.

Menurut laporan Reuters, pelaku pasar saat ini menantikan perkembangan baru dalam negosiasi dagang antara AS dan China, serta rilis data inflasi AS yang tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown).

Harga emas spot tercatat naik 2,5% dan ditutup pada level US$ 4.356,26 per troy ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru di US$ 4.381,18 per troy ons. Secara keseluruhan, harga emas telah naik sekitar 65,66% sepanjang tahun 2025.

Sebelumnya, pada Jumat (17/10/2025), emas sempat mencatat rekor sepanjang masa di posisi US$ 4.379,22 sebelum akhirnya terkoreksi 1,8% — penurunan harian terbesar sejak pertengahan Mei. Koreksi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang menenangkan pasar terkait ketegangan dagang dengan China.

“Ketidakpastian politik dan ekonomi kembali menjadi pendorong utama kenaikan harga emas setelah penurunan tajam akhir pekan lalu,” ujar Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian. Ia juga menambahkan bahwa tren kenaikan harga emas berpotensi berlanjut dalam beberapa minggu mendatang dan berpeluang menembus level US$ 4.500 per troy ons dalam waktu dekat.

Sementara itu, situasi politik di AS semakin memperburuk sentimen pasar. Penutupan pemerintahan federal kini telah memasuki hari ke-20 setelah Senat kembali gagal mencapai kesepakatan untuk yang kesepuluh kalinya pekan lalu. Kondisi ini membuat sejumlah data ekonomi penting tertunda perilisannya, sehingga menambah ketidakpastian menjelang pertemuan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) pekan depan.

Data indeks harga konsumen (CPI) AS yang sempat tertunda dijadwalkan akan dirilis pada Jumat (24/10/2025). Pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed mencapai 99%, dengan potensi penurunan lanjutan pada Desember mendatang. Emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap menjadi pilihan menarik di tengah tren suku bunga rendah.

“Saya tidak akan terkejut jika harga emas mampu menembus level US$ 5.000 per troy ons pada tahun depan, terlebih bila kondisi politik dan ekonomi global semakin tidak stabil,” ungkap Christian.

Sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?