• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Pulih, Rusia Tak Gubris Ancaman AS

West Texas Intermediate (WTI), acuan harga minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di sekitar US$ 64,23 per barel pada Selasa (12/8/25). Harga WTI sedikit menguat setelah sebelumnya tertekan, seiring sikap Rusia yang mengabaikan batas waktu yang ditetapkan AS untuk mengakhiri perang dengan Ukraina. Pelaku pasar minyak kini menunggu rilis data persediaan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan keluar Selasa malam. Pertemuan antara AS dan Rusia di Alaska pada Jumat mendatang juga menjadi sorotan utama.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif tinggi pada ekspor minyak Rusia, serta sanksi sekunder bagi negara yang tetap membeli minyak dari Moskow, jika Rusia tidak menghentikan perang di Ukraina. Tenggat waktu yang berakhir Jumat lalu tidak direspons oleh pihak Rusia.

Meski begitu, Trump mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat untuk membahas konflik Ukraina. Apabila negosiasi tidak membuahkan kemajuan, peluang penerapan sanksi yang lebih ketat terhadap Rusia akan meningkat, berpotensi mendorong harga WTI naik dalam jangka pendek.

Sementara itu, data National Bureau of Statistics (NBS) China pada Sabtu menunjukkan Indeks Harga Produsen (IHP) bulan Juli mengalami penurunan lebih tajam dari perkiraan. Pelemahan ini mencerminkan lemahnya permintaan domestik dan ketidakpastian perdagangan yang masih berlangsung, yang menggerus sentimen konsumen. Kekhawatiran akan risiko deflasi yang berkepanjangan di China berpotensi menjadi tekanan tambahan bagi harga WTI, mengingat negara tersebut merupakan konsumen minyak dan gas terbesar kedua di dunia.

 

sumber : fxstreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?