Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI), acuan minyak Amerika Serikat, diperdagangkan di kisaran US$67,42 per barel pada Senin (4/8/2025). Harga terpantau melemah setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi, yang memicu kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan global.
Menurut laporan Bloomberg, OPEC+ mengumumkan rencana menambah produksi sebesar 547 ribu barel per hari (bph) untuk bulan September. Langkah ini merupakan kelanjutan dari tren kenaikan produksi sejak April, yang dimulai dengan tambahan 138 ribu bph, kemudian melonjak menjadi 411 ribu bph pada Mei hingga Juli, 548 ribu bph pada Agustus, dan kini 547 ribu bph untuk September. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Rusia.
Sementara itu, data ketenagakerjaan AS yang dirilis baru-baru ini menunjukkan hasil lebih lemah dari perkiraan, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi di tengah kebijakan tarif baru dari Washington. Faktor ini turut menekan harga minyak, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar.
Di sisi lain, potensi sanksi sekunder terhadap minyak Rusia diperkirakan bisa menahan laju penurunan WTI. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif tambahan jika Rusia tidak menunjukkan kemajuan dalam mengakhiri perang di Ukraina dalam waktu 10 hari ke depan.
Pelaku pasar kini menantikan laporan stok minyak mentah mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis Selasa, sebagai petunjuk tambahan bagi arah harga minyak selanjutnya.
sumber : fxstreet
Bagikan Berita Ini