• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gawat! Harga Emas Turun Dua Hari Berturut

Harga emas global mengalami penurunan signifikan seiring meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Berdasarkan data dari CNBC, pada penutupan perdagangan Senin (12/5), harga emas tercatat turun 2,72% menjadi US$3.233 per troy ons.

Namun, pada awal perdagangan Selasa pagi (13/5) pukul 06.19 WIB, harga emas sempat menguat tipis sebesar 0,01% menjadi US$3.234. Meski demikian, tren penurunan tetap terasa tajam karena para pelaku pasar menunjukkan minat yang lebih besar terhadap aset berisiko setelah munculnya sinyal positif dari perundingan dagang antara AS dan China.

Para investor mulai memindahkan dana mereka dari instrumen safe haven seperti emas ke aset berisiko yang menjanjikan imbal hasil lebih tinggi. Penurunan harga yang cukup tajam juga terlihat secara bertahap, di mana pada 11 Mei pukul 22.00 WIB harga emas merosot 1,56%, disusul keesokan paginya (12/5 pukul 07.00 WIB) yang kembali turun sebesar 1,68%.

Pertemuan dagang yang berlangsung di Jenewa menghasilkan kesepakatan penting, yaitu penurunan tarif secara substansial selama 90 hari. AS sepakat menurunkan tarif terhadap barang-barang dari China dari 145% menjadi 30%, sementara China memangkas tarif terhadap barang-barang AS dari 125% menjadi 10%. Langkah ini dinilai sebagai perkembangan signifikan dalam meredakan ketegangan antara dua kekuatan ekonomi dunia tersebut.

Walaupun harga emas terus melemah, sejumlah analis menyarankan agar investor tetap berhati-hati dan tidak buru-buru menjual aset emas. Faktor-faktor seperti ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung, pembelian dari bank sentral, serta potensi inflasi tetap mendukung prospek harga emas dalam jangka panjang.

Selain faktor perundingan dagang, penurunan harga emas juga dipicu oleh penguatan indeks dolar AS (DXY) yang naik 1,44% pada hari sebelumnya, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), yang membuat emas sebagai aset tanpa bunga menjadi kurang menarik.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?