• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Pasar Cemas, Rupiah Kena Imbas Sikap The Fed

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat bergerak stagnan dengan kecenderungan melemah setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Berdasarkan data CNBC, pada Kamis (8/5), rupiah dibuka di level Rp16.530 per dolar AS, tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya (0%). Namun, empat menit setelah perdagangan dimulai, rupiah terdepresiasi sebesar 0,12% menjadi Rp16.550 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,16% ke posisi 99,77 pada pukul 08.57 WIB, lebih tinggi dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di angka 99,61.

Pergerakan pasar hari ini dipengaruhi oleh keputusan The Fed yang pada dini hari memutuskan tetap mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%-4,50%. Meskipun demikian, The Fed menyampaikan bahwa risiko inflasi dan angka pengangguran mengalami kenaikan, dan prospek ekonomi AS masih belum jelas.

"Mereka (The Fed) terdengar sedikit lebih agresif dari ekspektasi pasar dan tidak menunjukkan perubahan berarti terhadap pandangan mengenai inflasi yang masih tinggi maupun pasar tenaga kerja yang tetap ketat," ujar Marvin Loh, pakar strategi pasar global senior dari State Street di Boston.

"Saya memperkirakan kita masih berada dalam periode di mana The Fed menahan kebijakan hingga data ekonomi memberikan sinyal untuk bertindak, atau hingga ada kejelasan lebih lanjut terkait arah kebijakan perdagangan," tambahnya.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?