Harga emas terus meningkat pesat sepanjang tahun ini, bahkan telah mencetak sejumlah rekor baru. Dikutip dari CNBC, pada perdagangan Kamis (27/3), harga emas ditutup pada posisi US$ 3.056,1 per troy ons, naik 1,22%. Lonjakan ini mengantarkan harga emas ke level baru di kisaran US$ 3.050, yang belum pernah dicapai sebelumnya. Selama bulan ini, harga emas mencetak rekor sembilan kali dan menembus level US$ 3.000 sejak pertengahan bulan.
Beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga emas antara lain:
Perang Tarif Trump
Sejak Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS pada Januari lalu, harga emas terus melejit. Perang dagang yang diluncurkan Trump menyebabkan ketidakpastian di pasar, membuat investor beralih ke aset aman seperti emas. Kebijakan baru yang sering diumumkan Trump, termasuk perang dengan beberapa negara, membuat pasar semakin khawatir.
Ketidakpastian Ekonomi dan Ancaman Resesi
Ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dan banyak yang memperkirakan resesi akan terjadi. Survei terbaru menunjukkan 60% eksekutif memperkirakan resesi di paruh kedua tahun ini. Ketidakpastian ini semakin mendorong permintaan akan emas.
Ketegangan Geopolitik
Ketidakstabilan geopolitik yang berlangsung di berbagai wilayah, seperti konflik Rusia-Ukraina dan situasi di Timur Tengah, juga mendorong lonjakan harga emas, karena investor mencari tempat aman untuk berinvestasi.
Kebijakan Bank Sentral
Kebijakan suku bunga rendah yang berkepanjangan membuat emas lebih menarik. The Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini, yang semakin meningkatkan daya tarik emas.
Permintaan Investasi
Permintaan emas dari investor institusional dan ritel meningkat, terutama melalui Exchange-Traded Funds (ETF). Emas tetap diminati sebagai bahan perhiasan dan aplikasi industri lainnya, yang turut mendukung harganya.
Permintaan Bank Sentral
Menurut World Gold Council, total permintaan emas fisik mencapai 4.974 ton sepanjang 2024, dengan pembelian dari bank sentral mencapai 1.045 ton. Permintaan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai utama.
Bagikan Berita Ini