Kenaikan harga minyak terjadi seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terkait pasokan yang dipicu oleh konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Data dari CNBC menunjukkan bahwa harga minyak mentah Brent naik menjadi US$73,07 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi US$69,01 per barel.
Ukraina baru-baru ini meluncurkan rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris ke Rusia, menandai penggunaan senjata baru dari Barat setelah sebelumnya menggunakan rudal ATACMS buatan AS. Rusia menilai bahwa penggunaan senjata Barat untuk menyerang wilayah Rusia merupakan eskalasi besar dalam konflik ini. Ukraina berpendapat bahwa mereka membutuhkan kemampuan ini untuk melawan serangan Rusia.
Di Amerika Serikat, stok minyak mentah naik sebanyak 545.000 barel menjadi 430,3 juta barel, lebih tinggi dari perkiraan analis. Sementara itu, stok bensin juga naik lebih tinggi dari perkiraan, dan stok distilat mencatatkan penurunan yang lebih besar dari yang diharapkan.
Perusahaan minyak Norwegia, Equinor, mengumumkan bahwa produksi penuh di ladang minyak Johan Sverdrup telah pulih setelah pemadaman listrik. Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, mungkin akan menunda peningkatan produksi karena permintaan minyak global yang lemah.
Bagikan Berita Ini