• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2621.62 | High: 2624.37
Close: 2607.83 | Low: 2605.25

Support-Resistance hari ini
Pivot: 2612.48
R1: 2619.72 | S1: 2600.60
R2: 2631.60 | S2: 2593.36
R3: 2638.84 | S3: 2581.48
Daily Average: 30 poin

Harga emas dunia melemah untuk sesi keenam beruntun pada hari Rabu seiring menguatnya indeks Dollar AS ke level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Meredupnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan sebesar 50 basis poin menjadi salah satu faktor yang mengurangi permintaan aset non-bunga seperti logam mulia. Notulen rapat moneter FOMC yang dirilis dini hari tadi juga tidak memberikan informasi baru maupun bocoran untuk rapat moneter berikutnya di awal bulan November. Perhatian pelaku pasar hari ini akan terfokus pada rilis data inflasi AS yang sementara ini diprediksi mengalami pelambatan dibanding bulan sebelumnya. Laju inflasi yang melambat seharusnya akan mengembalikan harapan investor untuk pemangkasan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve. 

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2607 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish seiring pelaku pasar menunggu rilis data inflasi AS. Hasil data tersebut berpotensi menentukan arah pergerakan harga emas hari ini. Jika angka yang dirilis nanti lebih kuat dari ekspektasi, maka harga emas akan semakin tertekan turun menuju level support yang lebih dalam di area 2595 atau bahkan hingga area kuncin 2580. Sebaliknya jika angka yang dirilis nanti lebih lemah dari ekspektasi, maka harga emas akan mendapat dorongan untuk memantul naik mengincar level resistance di area 2620. Break ke atas resistance tersebut dapat menopang harga emas melanjutkan kenaikan mengincar resistance kunci di area 2632. 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?