• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2506.68 | High: 2518.52
Close: 2516.70 | Low: 2500.20

Support-Resistance hari ini
Pivot: 2511.81
R1: 2523.41 | S1: 2505.09
R2: 2530.13 | S2: 2493.49
R3: 2541.73 | S3: 2486.77
Daily Average: 28 poin

Harga emas dunia bertahan di atas level harga psikologis $2500 per troy ons dan menutup sesi perdagangan hari Selasa dengan kenaikan seiring pelaku pasar bersiap menghadapi data inflasi AS. Biro statostik AS akan merilis laporan inflasi bulan Agustus untuk tingkat konsumen pada hari Rabu dan untuk tingkat produsen pada hari Kamis. Hasil dari data tersebut diharapkan dapat memberi petunjuk yang lebih jelas tentang besaran suku bunga yang mungkin akan dipangkas oleh Federal Reserve pada rapat moneternya pekan depan. Angka inflasi yang lemah akan menghidupkan kembali spekulasi penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin yang sempat padam pasca rilis data tenaga kerja pekan lalu. Prospek suku bunga yang lebih rendah akan berefek positif pada permintaan aset non-bunga dan berpotensi mengangkat harga emas naik untuk mencetak rekor tertinggi baru. 

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2516 per troy ons dan diprediksi akan bergerak sideways sebelum dirilisnya data inflasi AS malam ini. Hasil data tersebut berpotensi menjadi penentu arah pergerakan harga emas ke depannya. Angka yang lebih lemah dari ekspektasi akan menopang harga emas naik menguji level resistance kunci di area 2530. Break ke atas resistance tersebut akan membuka jalan untuk harga emas menguat lebih tinggi dengan potensi kenaikan mengincar area 2545. Sebaliknya, hasil data yang lebih kuat dari ekspektasi akan menekan harga emas turun menguji level support kunci di area psikologis 2500. Break ke bawah support tersebut akan menambah tekanan pada harga emas dan berpotensi membawanya turun menuju level support lanjutan di area 2485.
 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?