Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2466.25 | High: 2480.02
Close: 2448.06 | Low: 2438.17
Support-Resistance hari ini
Pivot: 2455.42
R1: 2472.66 | S1: 2430.81
R2: 2497.27 | S2: 2413.57
R3: 2514.51 | S3: 2388.96
Daily Average: 35 poin
Harga emas dunia melemah sekitar 1% akibat aksi jual yang terjadi pada hari Rabu setelah dirilisnya data inflasi AS yang hasilnya kurang memenuhi ekspektasi pasar. Data yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan bahwa laju inflasi sepanjang bulan Juli berada di angka 0,2% yang membuat laju inflasi setahun terakhir ini melambat ke angka 2,9%. Hasil data tersebut meredam harapan pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga yang cukup besar oleh Federal Reserve pada bulan September. CME Fed Watch Tool sempat memberikan prediksi untuk pemangkasan sebesar 50 basis poin sebelum data dirilis, namun prediksi tersebut direvisi kembali ke angka 25 basis poin pasca rilis data. Tidak adanya prospek untuk suku bunga lebih rendah mendorong pelaku pasar meninggalkan aset non-bunga seperti emas untuk kembali ke pasar yang lebih berisiko seperti mata uang dan juga bursa saham.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2447 per troy ons dengan potensi melanjutkan bias bearish dari penurunan pasca rilis data fundamental kemarin. Level terendahnya kemarin di area 2438 akan menjadi level support kunci yang jika ditembus dapat mengonfirmasi berlanjutnya penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 2425 atau bahkan hingga area kunci 2411. Skenario bearish ini bisa digagalkan jika harga emas mampu memantul naik dan mengatasi level pivot harian di area 2455. Pergerakan stabil di atas level pivot akan menopang harga emas menguat untuk mengincar kembali resistance kuat di area kunci 2467 hingga area 2480 yang dekat dengan rekor tertingginya sepanjang masa.
Bagikan Berita Ini