• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

OPEC+ Ngga Ubah Kebijakan, Harga Minyak Jadi Gimana?

Penurunan harga minyak di pasar pagi hari ini yang dipicu oleh peningkatan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Kenaikan ini membuat minyak menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Data dari CNBC menunjukkan bahwa harga minyak mentah Brent turun 0,5% menjadi US$84,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,85% menjadi US$82,121 per barel.

Penguatan dolar AS terjadi setelah data pasar tenaga kerja dan manufaktur AS menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Hal ini mengurangi permintaan minyak dalam mata uang dolar dari investor yang memegang mata uang lainnya.

Selain itu, kurangnya tindakan stimulus yang konkret dari sidang pleno China, sebagai importir utama minyak mentah global, juga berpengaruh. Pertumbuhan ekonomi China lebih lambat dari perkiraan, hanya 4,7% pada kuartal kedua, menurut data resmi. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap permintaan minyak negara tersebut.

Di sisi lain, inflasi inti Jepang meningkat pada Juni, yang membuka peluang bagi kenaikan suku bunga di pasar minyak utama.

Harga minyak sempat mendapat dukungan dalam dua sesi sebelumnya setelah pemerintah AS melaporkan penurunan stok minyak mingguan yang lebih besar dari perkiraan. Namun, analis di perusahaan konsultan FGE mengatakan tren persediaan yang lebih luas terlihat lebih bearish dari perkiraan pada bulan ini.

Kelompok produsen OPEC+ kemungkinan tidak akan mengubah kebijakan produksi mereka, termasuk rencana untuk mulai mengurangi satu lapis pengurangan produksi minyak mulai bulan Oktober, menurut tiga sumber yang berbicara kepada Reuters pada hari Kamis.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?