Pada hari Kamis (2/5), harga emas global mengalami kenaikan ringan setelah Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan menegaskan tidak akan ada peningkatan suku bunga di masa mendatang. Menurut CNBC, pada hari Rabu (1/5), harga emas ditutup pada US$2.317,89 per troy ons, naik 1,41%. Ini merupakan berita positif setelah penurunan harga emas dalam dua hari perdagangan sebelumnya, yang turun hingga 2,2%.
Pada hari ini, harga emas mengalami peningkatan sebesar 0,14% menjadi US$2.321,19/troy ons pada pukul 06:38 WIB. The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,25-5,50% untuk kali keenam berturut-turut pada hari Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (2/5).
The Fed menegaskan bahwa tidak akan ada peningkatan suku bunga tahun ini. Meski demikian, mereka juga menyatakan bahwa belum ada kemajuan signifikan dalam penurunan inflasi, sehingga mereka akan menunggu data pendukung lebih banyak sebelum memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan. Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC), The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 525 bps dari Maret 2022 hingga Juli 2023. Kemudian, mereka mempertahankan suku bunga pada level 5,25-5,50% pada September, November, Desember 2023, Januari 2024, Maret 2024, dan Mei 2024.
"Inflasi telah melambat dalam setahun terakhir, tetapi masih tinggi. Dalam beberapa bulan terakhir, hanya ada sedikit kemajuan dalam pergerakan inflasi menuju target 2%," tulis The Fed dalam pernyataan resminya. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa The Fed akan memantau perkembangan inflasi sepanjang tahun 2024.
Perlu diketahui, inflasi AS pada Maret 2024 berada pada angka 3,5% year on year/yoy. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan semakin menjauh dari target The Fed di level 2%. Inflasi AS diperkirakan akan sulit untuk turun secara drastis karena ekonomi mereka yang masih kuat dan adanya pemilihan umum pada November mendatang.
Data saat ini belum membuat mereka yakin untuk memangkas suku bunga. Namun, yang membuat pelaku pasar emas senang adalah The Fed tidak berencana untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Powell menegaskan bahwa The Fed tidak berencana untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Pernyataan ini menghapus ekspektasi sebagian pelaku pasar yang awalnya melihat ada peluang kenaikan suku bunga The Fed.
"Saya rasa tidak mungkin ada kenaikan suku bunga dalam kebijakan ke depan. Saya tegaskan tidak mungkin," ujarnya. "Sejauh ini, data yang ada tidak membuat kami lebih percaya diri. Sepertinya butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya untuk membuat kami lebih yakin. Kami akan tetap mempertahankan suku bunga seperti saat ini selama mungkin jika diperlukan," tutur Powell dalam konferensi pers, dikutip dari CNBC International.
Keputusan yang diambil The Fed ini dianggap cukup dovish bagi emas oleh pelaku pasar. Apalagi, The Fed memastikan tidak ada kenaikan di masa depan. Sehingga, pasar emas dan perak yang naik tampaknya bernapas lega karena pernyataan tersebut. Sikap pelaku pasar yang cenderung positif terlihat dari penurunan indeks dolar dan imbal hasil US Treasury.
Indeks dolar turun ke 105,755 pada perdagangan Rabu kemarin, dari 106,221 pada hari sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke 4,59% dari 4,68% pada perdagangan sebelumnya. Pelemahan dolar membuat konversi pembelian menjadi lebih murah, sehingga meningkatkan permintaan emas. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil, sehingga penurunan imbal hasil US Treasury akan membuat emas menjadi lebih menarik.
Bagikan Berita Ini