Emas kembali mencetak rekor baru, lho! Ini terjadi karena banyak orang mencari tempat yang aman untuk investasinya akibat situasi yang sedang memanas di Timur Tengah. Yang menarik, ini terjadi meski nilai dolar dan hasil Treasury AS naik karena penjualan ritel di Amerika lebih bagus dari yang diperkirakan di bulan Maret. Hal ini membuat banyak orang khawatir kalau Bank Sentral Amerika (Federal Reserve) bakal menunda pemotongan suku bunga tahun ini.
Dilansir dari CNBC, harga emas dunia di pasar spot naik menjadi US$2.382,51 per troy ons pada Senin (15/4), naik 1,67% dari hari sebelumnya. Ini adalah harga penutupan tertinggi sepanjang sejarah emas, lho!
Dan hari ini, harga emas dunia berpotensi naik lagi. Data menunjukkan harga emas di pasar spot naik 0,12% menjadi US$2.384,85 per troy ons.
Bart Melek, orang pintar di bidang strategi komoditas di TD Securities, bilang kalau kenaikan ini mungkin karena situasi politik dunia. Salah satunya adalah pernyataan dari pasukan pertahanan Israel yang bikin orang-orang merasa ada yang bakal terjadi.
Iran baru saja meluncurkan drone dan rudal berbahan peledak ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam. Ini adalah serangan pertama dari negara lain ke Israel dalam lebih dari tiga puluh tahun, dan bikin orang-orang khawatir akan konflik regional yang lebih besar.
IDXY juga naik tinggi dalam empat perdagangan terakhir dan mencapai posisi 106,205 pada Senin (15/4). Ini adalah posisi tertinggi sejak November 2023. Ini terjadi setelah data menunjukkan penjualan ritel AS naik lebih dari perkiraan pada Maret, yang menunjukkan ekonomi AS berjalan dengan baik.
Tapi, Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, bilang kalau harga emas bisa turun ke US$2.200 kalau situasi politik dunia jadi lebih tenang.
Pembelian oleh bank sentral juga membantu harga emas tetap tinggi. Menurut analis di Heraeus, meski harga emas mencapai rekor tertinggi, bank sentral tetap akan beli emas karena mereka lebih fokus pada strategi jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh harga.
Bagikan Berita Ini