Emas terus menetapkan standar baru, sesuai dengan prediksi banyak analis global bahwa emas akan mengalami tren naik pada 2024. Faktor-faktor seperti peningkatan ketegangan geopolitik, ekspektasi suku bunga, dan pembelian emas berkelanjutan oleh beberapa bank sentral dunia mendorong kenaikan ini.
Emas, yang secara umum dianggap sebagai aset safe-haven karena kemampuannya untuk mempertahankan nilai yang dapat diandalkan, biasanya mendapat manfaat dari ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Emas memiliki korelasi rendah dengan kelas aset lain, menjadikannya penyangga saat pasar melemah dan tekanan geopolitik meningkat. Dolar AS yang lemah dan suku bunga AS yang rendah juga meningkatkan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir 2023 setelah reli kuat yang dipicu oleh pembelian oleh bank sentral dan kekhawatiran investor yang meningkat terhadap konflik Israel-Hamas dan Rusia-Ukraina.
Penurunan dolar AS dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) semakin mendorong harga emas, yang mencapai rekor tertinggi $2,135.39/oz pada Desember 2023.
Dikutip dari CNBC, pada perdagangan Kamis (7/3), harga emas di pasar spot ditutup naik 0,51% di posisi US$ 2.159,16 per troy ons, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Sebelum penutupan, emas mencapai All Time High pada perdagangan intraday di level US$ 2.164,09 per troy ons.
Harga emas telah mencetak rekor selama lima hari berturut-turut, yaitu pada Jumat pekan lalu, Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis pekan ini.
Rekor beruntun dalam sepekan ini melampaui pencapaian pada 27 Desember 2023 yakni US$ 2.077,16 per troy ons.
Bagikan Berita Ini