• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dolar Menguat dan Meredanya Konflik, Minyak Turun -0,23%

Pembukaan perdagangan minyak hari ini Rabu (3/1) dengan posisi US$70.48 per barel terpantau turun sebesar -0,23%. Harga minyak turun dikarenakan mengurangi ekspektasi terhadap turunnya suku bunga pada tahun 2024. Turunnya suku bunga dapat mengurangi biaya pinjaman konsumen yang mengakibatkan naiknya pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Dikutip dari CNBC, Dolar menguat 0,88% di level 101,92 pada hari Selasa (2/1). Dolar yang lebih kuat dan turunya harga minyak akan lebih mahal bagi para investor yang memegang mata uang lainnya. Harga minyak sebelumnya naik sekitar US$2 per barel yang menyusul adanya serangan terhadap kapal di Laut merah oleh pemberontak Houthi.

Konflik yang luas mengakibatkan ditutupnya jalur air penting dalam transportasi minyak. Kapal milik Maersk dan Hapag-Lloyd akan menghindari rute Laut Merah dan menggunakan rute terusan Suez. Selain itu OPEC akan berencana mengadakan pertemuan Komite pemantau Bersama Kementerian (JMMC) pada awal februari. Komite ini mempertemukan negara-negara terkemuka dalam aliansi, termasuk Arab Saudi, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Pertemuan JMMC diperkirakan akan menilai implementasi terhadap kesepakatan yang sudah dibuat dan bulan lalu negara Angola keluar dari OPEC karena tidak puas dengan kuota yang sudah diberikan.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?