Indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) tercatat melandai 3,1% pada bulan November, dibandingkan pada bulan Oktober sebesar 3,2%. Namun begitu, perdagangan Selasa (12/12)harga emas di pasar spot ditutup terkoreksi 0,09% di posisi US$ 1.979,44 per troy ons.
Dan hingga pukul 06.50 WIB Rabu (13/12), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,15% di posisi US$ 1.982,49 per troy ons.
Dikutip dari CNBC, Inflasi memang melandai sejalan dengan ekspektasi pasar tetapi analis melihat data tersebut belum cukup mampu untuk membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga. Hal inilah yang membuat pelaku emas kecewa.
"Data inflasi sesuai dengan ekspektasi, namun masyarakat benar-benar perlu melihat penurunan yang kuat untuk memperkuat penurunan suku bunga," ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar Blue Line Futures di Chicago kepada Reuters.
"Emas akan terjebak di antara US$2.050 per troy ons pada sisi positifnya dan US$1.950 per troy ons pada sisi negatifnya. Data ekonomi yang lemah dan ketegangan geopolitik dapat meningkatkan harga," tambahnya.Para pelaku pasar juga akan memantau pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris pada hari Kamis ini.
Bagikan Berita Ini