Rupiah Kembali terpantau melemah dalam tiga hari terakhir. Hal ini disinyalir karena kondisi perekonomian China dan AS.
Disebutkan Kemarin (9/11/), China telah mengumumkan bahwa berada dalam posisi deflasi 0,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023.Hal ini menjadi kekhawatiran pelaku pasar mengingat China merupakan negara terbesar di Asia serta merupakan tujuan utama ekspor Indonesia. Maka dari itu, perlambatan ekonomi Indonesia berpotensi besar merambat ke domestik.
Dikutip dari CNBC, sementara di AS, Ketua bank sentral AS (The Fed) Jerome Powell dalam Konferensi Riset Tahunan Jacques Polak ke-24 di Washington DC menyatakan bahwa masih banyak upaya yang perlu dilakukan dalam upaya melawan tingginya harga minyak serta komitmennya untuk mencapai kebijakan moneter yang cukup ketat untuk menurunkan inflasi hingga 2% seiring berjalannya waktu.
Lebih labjut Powell juga mengatakan jika diperlukan pengetatan kebijakan lebih lanjut, tidak akan ragu untuk melakukannya. "Namun, kami akan terus bergerak dengan hati-hati.
Source : CNBC
Bagikan Berita Ini