Harga emas dunia rebound sekitar 2% pada perdagangan Kamis setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam enam pekan. Penurunan harga minyak di bawah $100 per barel membantu meredakan tekanan pasar, sementara pelaku pasar mencermati kebijakan suku bunga AS dan potensi penyelesaian konflik AS–Iran. Pagi ini, emas dibuka di sekitar $4.343 per troy ons dengan bias bullish. Resistance berada di area $4.360, $4.380, hingga $4.400, sedangkan support kunci di $4.320. Penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka ruang koreksi menuju $4.300–$4.280.
Harga emas dunia melemah ke level terendah dalam enam minggu setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin. Sinyal potensi kenaikan lanjutan jika inflasi tetap tinggi turut meningkatkan tekanan terhadap emas sebagai aset non-bunga. Emas pagi ini dibuka di sekitar $4.260/troy ons. Secara teknikal, area $4.240 menjadi support terdekat. Jika ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju $4.220–$4.200. Sementara itu, rebound di atas $4.280 dapat membuka peluang penguatan menuju $4.300–$4.320.
Harga emas ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya di level $4.263,92, setelah bergerak dalam rentang $4.234,87–$4.368,26. Tekanan jual masih terlihat dengan harga berada di bawah level pivot $4.289,02. Untuk perdagangan hari ini, $4.209,77 menjadi support terdekat, sementara $4.343,16 menjadi resistance utama. Pergerakan emas diperkirakan masih volatil dengan Daily Average 122 poin, sehingga pasar perlu mencermati potensi breakout pada level-level kunci tersebut.
Harga emas ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa di level $4.293,85 setelah bergerak dalam rentang $4.261,17–$4.317,22. Pasar masih mencermati sentimen menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Untuk perdagangan Rabu, pivot berada di $4.290,75. Jika harga bertahan di atas pivot, emas berpeluang menguji resistance $4.320,32 hingga $4.346,80. Sebaliknya, penembusan support $4.264,27 dapat membuka ruang penurunan menuju $4.234,70 hingga $4.208,22.
Harga emas dunia melemah ke level terendah dalam enam pekan akibat meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada pekan ini. Tekanan semakin kuat setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan, sementara harga minyak kembali di atas US$100 per barel sehingga memicu kekhawatiran inflasi berlanjut. Emas dibuka di sekitar US$4.301 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish. Area US$4.275 menjadi support terdekat, dengan potensi penurunan menuju US$4.250–US$4.225 jika ditembus. Sementara itu, US$4.325 menjadi resistance penting; penembusan level tersebut dapat membuka peluang rebound menuju US$4.350–US$4.375.
Harga emas dunia kembali mengalami tekanan pada sesi perdagangan sebelumnya, bergerak dari US$4.329,60 dan ditutup di US$4.298,56 setelah sempat menyentuh level terendah US$4.253,47. Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat. Hari ini, US$4.302,40 menjadi level pivot utama. Jika harga mampu bertahan di bawah pivot, emas berpotensi melanjutkan penurunan dengan support US$4.249,63 dan US$4.200,70. Sebaliknya, penguatan di atas pivot dapat membuka peluang rebound menuju resistance US$4.351,33 hingga US$4.404,10.
Harga emas sempat melemah ke level terendah dalam sepekan sebelum rebound pada perdagangan Jumat. Penurunan Dolar AS setelah rilis data inflasi konsumen AS yang relatif sesuai ekspektasi, serta koreksi harga minyak dunia, turut menopang pergerakan emas. Memasuki awal pekan, emas dibuka di sekitar $4.329/troy ons dan masih berada di bawah pivot $4.347, sehingga bias jangka pendek cenderung bearish. Jika mampu menembus pivot, emas berpeluang menguat menuju $4.370–$4.390. Sebaliknya, kegagalan melewati pivot dapat membuka peluang penurunan menuju $4.310 hingga $4.290, di tengah fokus pasar terhadap keputusan FOMC pekan ini.
Harga emas ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya di level $4.348,53/troy ons, setelah bergerak dalam rentang $4.291,34–$4.402,31. Saat ini, harga berada sedikit di atas pivot $4.347,39, sehingga peluang penguatan masih terbuka. Jika mampu bertahan di atas pivot, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance $4.403 dan selanjutnya $4.458. Namun, apabila kembali turun di bawah pivot, tekanan bearish dapat membawa harga menguji support $4.292 hingga $4.236. Pergerakan hari ini diperkirakan tetap volatil dengan Daily Average 115 poin.
Harga emas dunia melemah mendekati level terendah dalam sepekan akibat kenaikan inflasi produsen AS dan kembali menguatnya harga minyak dunia di atas US$100 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan potensi kebijakan suku bunga yang lebih ketat, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.316/troy ons dan masih berada dalam bias bearish di bawah MA 100. Support terdekat berada di US$4.295, dengan potensi penurunan menuju US$4.275–4.255 jika ditembus. Sementara itu, US$4.335 menjadi resistance awal, dengan peluang kenaikan menuju US$4.355–4.375 apabila berhasil dilewati.
Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan sebelumnya, dengan harga bergerak dari US$4.404,23 dan ditutup di US$4.316,43. Tekanan jual masih terlihat kuat dengan harga berada jauh di bawah level pembukaan. Hari ini, emas memiliki pivot di US$4.354,85. Selama harga bergerak di bawah pivot, tekanan bearish berpotensi berlanjut dengan support di US$4.275,13. Jika level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju US$4.233,84. Sebaliknya, kenaikan di atas pivot membuka peluang menuju resistance US$4.396,14 hingga US$4.475,86. Emas masih berada dalam tekanan, dengan pelaku pasar mencermati data ekonomi AS sebagai katalis pergerakan selanjutnya.