Untuk pembatasan ekspor produk minyak Rusia, akan mulai dilakuakn pada 5 Februari mendatang.
Pejabat Departemen Keuangan itu mengatakan Uni Eropa sedang berkonsultasi dengan anggota mengenai batasan harga.
"Harapan kami adalah mereka akan segera menyelesaikan konsultasi itu dan menempatkan kami pada posisi di mana seluruh koalisi kami dapat mengumumkan harga," kata pejabat itu, dikutip Reuters, Rabu (23/11/2022).
Batas harga G7 akan memungkinkan perusahaan untuk menyediakan layanan termasuk asuransi, pengiriman, dan pembiayaan impor minyak Rusia kepada anggota koalisi, selama pembelian minyak bumi tersebut berada di bawah batas harga.
Koalisi telah sepakat untuk menetapkan harga tetap pada minyak Rusia ketimbang tarif mengambang dengan diskon langsung ke indeks harga minyak.
Pejabat itu mengatakan Washington tidak mengharapkan Rusia untuk membalas dengan menahan ekspor minyak, seperti yang diperingatkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin akan terjadi. Langkah seperti itu dapat membuat harga minyak dunia lebih tinggi, tetapi berisiko merusak ladang minyak Rusia.
"Kami tidak punya alasan untuk mengharapkan mereka melakukan itu karena, pada akhirnya, itu bukan kepentingan mereka," kata pejabat Departemen Keuangan itu
Sementara itu, berhubung UE dan Amerika Serikat memberlakukan larangan impor energi Rusia, pembeli besar termasuk China dan India telah meraup minyak Rusia dengan harga diskon.
"Setiap tindakan yang mereka ambil untuk menaikkan harga akan berdampak pada pelanggan baru mereka, pelanggan seperti India dan China yang mereka (Rusia) ingin tetap menjadi pelanggan minyak di masa depan," kata pejabat AS itu.
Sumber : CNBC Indonesia
Bagikan Berita Ini